بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Hari ini, Minggu, 28 Juni 2015.memang rasanya aku sangat bahagia berada dirumah, selalu berada disamping kedua orangtua ku, dan mereka tak pernah lelah menasehati, memberikan petunjuk ke jalan-Nya, dan juga selalu memberitahu mana yang baik dan mana yang buruk. tapi, memang pada kodratnya manusia itu memang tempat nya salah, dan manusia itu gak ada yang sempurna, terutama orangtua kita. jujur, aku memang tak memiliki orangtua yang sebaik Nabi Ibrahim dan Ibu sebaik Aisyah r.a. tapi mereka adalah panutan yang cukup sempurna yang telah Allah berikan padaku, meski mereka masih tetap mempunyai kesalahan, tapi kesalahan itulah yang mesti aku sisihkan. kadang orangtua memberikan contoh untuk anaknya, memang tak semuanya baik, hanya semua yang mereka contohkan baik, itulah yang kita ambil, kita sebagai anak, juga tidak sepatutnya men-judge atau menilai orangtua sesuai dengan kondisi emosional kita. memang kadang kita sendiri merasa kesal jika orangtua memperlakukan kita tidak seperti yang kita mau, tapi saat-saat itulah bukan untuk membangkang atau melawan orangtua. saat itulah dimana kita dapat memahami apa yang orangtua kita inginkan, dan kita sebagai anak juga harus introspeksi diri, karena Anak adalah titipan Allah dan orangtua kita berusaha membimbing kita agar selalu berada dijalan yang benar, kadang hanya penyampaian nya saja yang salah. Karena di Dunia ini tidak ada orang tua manapun yang ingin anaknya menjadi orang yang sia-sia, sekalipun ia hanya seorang tukang becak atau yang lainnya jika kita melihat kebawah. betapa banyaknya orangtua yang berpenghasilan minim ingin sekali anaknya sukses, begitu pula orangtua kita.
Kita juga harus sadar diri karena, cobalah tengok wajah kedua orangtua kita. mereka tak lagi muda. raut wajah mereka terlihat mengkerut, dan amat lelah dengan semua beban yang mereka pikul. Kita sebagai anak juga harus mengerti kondisi orangtua, misalnya jika orangtua sedang pusing atau kesal dengan sesuatu, kita malah tambah bikin mereka pusing dengan celotehan kita dan akhirnya pun menimbulkan konflik. Kadang, dalam kondisi tersebut harus ada yang mengalah. kita sebagai anak tidak boleh mengeraskan hati seperti tidak mau meminta maaf atau malah membantah dan ngomel-ngomel se-enaknya. kalau menurut aku, ya dahulunya sejak aku kecil sampai umur belasan tahun, aku sering kesal sekali saat orangtuaku memarahi, memaki, atau menghinaku. dan akibatnya saat itu aku menjadi anak yang jutek, gampang marah dan sensitif. tapi setelah aku beranjak 15 tahun, dan pada suatu hari aku bertengkar dengan orangtua ku, disitu aku pun sadar, aku lelah, aku gak kuat lagi untuk melawan mereka, karena sampe kapanpun jika aku memilih untuk melawan dan membangkang pada apa yang mereka bicarakan, semuanya akan memburuk, dan aku pun pasti akan menjadi anak yang batu, alias susah dibilangin.
Saat itupun aku bertekad,
"Apapun yang orangtua ku katakan, hanya perlu aku turuti tanpa perlawanan. aku akan membiarkan mereka menang, walaupun aku tau didalam dasar jiwa ini betapa rapuh dan susah menerima hal tersebut, tapi aku harus melakukannya, karena Aku sayang Orangtua ku."
Hadis Al-Mughirah bin Su’bah tentang Allah mengharamkan durhaka kepada ibu, menolak kewajiban, meminta yang bukan haknya.
عن المغيرة بن شعبة قال النبي صلى الله عليه وسلم : ان الله حرم عليكم عقوق الامهات ووأد البنات ومنع وهات وكره لكم قيل وقال وكثرة السؤال واضاعة المال (اخرجه البخاري)
Artinya: dari Al-Mughirah bin Syu’ban r.a. ia berkata, Nabi Saw telah bersabda: “ Sungguh Allah ta’ala mengharamkan kalian durhaka kepada ibu, menolak kewajiban, meminta yang bukan haknya dan mengubur hidup-hidup anak perempuan. Allah juga membenci orang yang banyak bicara, banyak pertanyaan dan menyia-nyiakan harta.” (H.R.Bukhari).
KEUTAMAAN DOA ANAK SHALEH BAGI ORANG TUANYA
Dari Abu Hurairah, dia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya ALLAH SWT meng-angkat derajat seorang hamba yang shalih di surga, sehingga dia bertanya, : 'Wahai Rabb., bagaimana derajat ini bisa untukku.? ALLAH SWT menjawab : 'Karena permohonan ampunan anakmu bagimu."
(HR.al-Bazzar, dalam az-Zawaid : 4/3141)
Semua orangtua tidak sempurna, tapi mereka mempunyai sisi kesempurnaan nya masing-masing. contohnya Ayahku, seorang Designer Graphic, beliau mengajarkan banyak hal yang tak akan pernah ku dapatkan dari siapapun. beliau adalah Ayah terhebat yang pernah ku miliki, walaupun semua orang mempunyai sisi gelapnya masing-masing dan aku berusaha untuk selalu mengambil sisi terang atau sisi baik dari Ayahku, yakni beliau orang yang tegas, dan sangat kuat menangani segala hal.
Lain dari Ayahku, yakni Ibuku. Beliau adalah seorang wanita yang sangat tegar dan kuat, beliau selalu menunjukan ku jalan yang benar, seperti membimbingku untuk patuh dengan Allah dan membantuku menemukan jalanku dengan memperdengarkan Ceramah, Radio serta mengajakku ke Ta'lim atau ceramah (walaupun isinya ibu-ibu semua.) tapi seperti yang ku katakan, semua orang punya kelemahan nya masing-masing. kadang manusia saat lagi senang lupa dengan apa yang mereka katakan dan tak sadar hal itu dapat melukai orang lain. hal ini pasti selalu dilakukan oleh semua orang dan tak kecil pula dampaknya. kadang dapat menimbulkan luka kecil tapi sewaktu-waktu dapat meledak, atau hal tersebut dapat terobati dengan cara memaafkan dan meng-ikhlaskan. apapun yang beliau lakukan, baik dan buruknya hanya Allah yang dapat menilai karena akupun juga kadang melakukan hal yang sama pada orang lain. tapi pada intinya, she is my inspiration, dengan beliau aku dapat membuka pikiran ku tentang agama dan mulai belajar lagi dari awal, agar aku dapat menuju surga, bersama Orangtua ku.
Malam ini, aku mendapatkan inspirasi, yakni suatu saat jika aku mempunyai seorang anak, aku akan mendidik anakku dengan dasar Al-Quran dan Sunnah, dan saat besar nanti aku ingin menjadi Sahabat terbaik yang pernah ia miliki, aku akan mendengarkan segala hal yang terpikir oleh benaknya, entah itu hal yang kecil atau besar. aku ingin tau bagaimana perasaannya, aku ingin peduli pada dirinya, karena yang dapat ku rasakan saat ini, orangtua zaman sekarang sudah pusing dengan dunianya sendiri dan kadang melupakan bahwa anaknya juga butuh kasih sayang dan perhatian, walau hanya bercerita tentang kegelisahan yang ada pada diri anaknya. aku tau ini berlebihan tetapi, sampai kapanpun anak, tetaplah selalu menjadi anak, kadang anak juga selalu salah dalam memilih pilihan. hidup tak sekedar menempuh untuk dunia tetapi untuk akhirat juga. tetapi untuk menempuh akhiratpun jalan tesebut dak semudah yang di inginkan. begitu banyak rintangan dalam dunia ini yang belum tentu seorang anak dapat melewatinya sendiri tanpa bimbingan orangtuanya. kadang kita malu untuk membicarakan hal-hal yang berbau SARA, ataupun dunia luar yang keras, dan hal yang terpaut masalah CINTA, untuk mendiskusikan dengan orangtua. dan kebanyakan dari orangtua juga kurang peduli dalam masalah tersebut, tapi alangkah baiknya jika mereka tahu dan dapat meluruskan ke jalan yang benar sebelum anak yang dalam usia remaja saat ini melenceng ke jalan yang lain. jika ke unsur SARA terlalu keras untuk dibicarakan, maka urusan yang ringan adalah CINTA. jika orangtua menuntun anaknya dari awal mereka pubersitas dan menuju proses kedewasaan tentang masalah CINTA, mungkin saat ini akan sedikit anak-anak perempuan yang menangis karena laki-laki dan akan sedikit pula laki-laki yang berani mempermainkan hati perempuan. tapi orangtua menganggap hal sepele tentang hal ini, padahal dampaknya akan mempengaruhi cara seorang anak bertindak dan berpikir.
Akhir kata, sayangilah Orangtua mu selagi mereka masih ada di sampingmu, jangan sia-siakan mereka. Patuhi perintah dan jauhi larangan mereka. karena Ridho Allah ada pada Ridho orang tua.
Jika Orangtuaku membaca post ini, aku senantiasa akan mendoakan dan patuh pada mereka,
Aku sayang orangtua ku. semoga orangtuaku senantiasa dilindungi oleh Allah dan dijauhkan dari api neraka nanti. Aamiin.
Mari semuanya berdoa, atau cukup aamiin kan doaku dibawah ini:
"ya Allah semoga aku punya handphone baru, aamiin" :D