Kali ini gue mau bahas tentang jurusan apa yang bakal gue pilih tahun depan (pas gue kelas 12) atau sebut saja 2016 . gue tau gue lulus tahun 2017, tapi semuanya harus direncanakan dengan matang, kan? Manusia hanya bisa berencana, tapi tetap Allah SWT. yang berkehendak.
Bisa dibilang gue galau, setiap kali orang-orang ngomongin Jurusan kuliah. Saat pelajaran BK pun tak jarang gue hampir terkantuk-kantuk ngeliatin layar proyektor tentang penjurusan di Universitas Indonesia. Temen-temen gue yang lain seakan-akan punya bayangan mereka mau jadi apa nanti, jurusan apa yang mau mereka ambil, dan mereka juga telah memperhatikan prospek kerja pada bidang yang mereka ambil. Tapi, gue apa kabar?
Kenapa Universitas ternama seperti Institut Teknologi Bandung jarang di promosikan di sekolah gue ya? Mungkin salah satu alasan nya karena.. jarang yang dapet, nilai nya mesti tinggi, dan tentunya mesti sekolah ternama yang bisa dapet jalur undangan banyak dari ITB. Tapi faktornya gak cuma itu aja, banyak banget yang bikin gue galau. Salah satunya karena gue milih Jurusan FSRD ITB untuk jadi masa depan gue.
FSRD ITB
adalah Fakultas Seni Rupa dan Desain yang terkenal banget di Bandung, dengan kreatifitas, inovasi serta karya-karya yang Mahasiswa FSRD ciptakan, membuat FSRD ITB termasuk jurusan Seni yang paling diminati pecinta seni di tanah air. Gak kaget kalo tembus ke FSRD itu susah... banget-bangetan.
Kenapa susah? di Indonesia ini banyak banget anak muda berbakat yang pengen banget masuk FSRD, mereka mempersiapkan diri dari kelas X sampe kelas XII untuk masuk kesana. mulai dari belajar gambar, belajar untuk nilai raport, dan juga belajar materi yang dibutuhkan saat membuat Portofolio untuk Jalur Undangan. Ini yang paling menyeramkan dari mimpi gue yang tinggi, yaitu... masuk FSRD ITB itu gak mutlak karena nilai bagus, gambar bagus atau emang talented, tapi Karena kuasa Allah SWT. yang bener-bener menentukan... karena gue baca dari banyak sumber kalo... terkadang yang gambarnya bagus aja belum tentu diterima. terus gue gimana?
Fakultas Seni itu beda dari Fakultas lain, karena seni adalah cara orang mengungkapkan perasaan, keindahan, kemurnian dan lewat seni, ide-ide yang terpendam dari seseorang bisa muncul dengan alaminya. gak jarang kalo mahasiswa seni sering dibilang paling aneh, gila, dan abstrak. Karena, rata-rata fakultas lain kan pake otak kiri, dan fakultas seni pake otak kanan maksimal. banyak juga yang bilang masa depan anak seni itu abstrak, tapi sok realistis. Banyak juga orang tua yang mengatakan "Memangnya nanti kamu lulus mau jadi apa?" kepada anak-anak yang minat seni rupa.
Menurut gue, prospek kerja anak seni rupa itu lebih luas daripada fakultas lain, karena, anak seni rupa bisa bikin apa aja yang ada otak, bahkan dalam imajinasi pun dapat direalisasikan. beda dong dengan anak akuntansi, politik dan manajemen? hahaha no offense ya.
FSRD ITB punya 4 fakultas, yaitu:
- Kria : Tekstil dan Keramik
- Desain Interior
- Desain Komunikasi Visual
- Desain Produk
ternyata, ke 4 fakultas tersebut memang juara banget, tapi tetep aja gue galau harus milih yang mana. Kria, bagus banget, unik, inovatif dan menarik. Interior, keren banget, menarik dan idenya out of the box. DKV, ini nih yang paling keren jaman sekarang, dimana seorang desainer harus pacaran sama photoshop, corel draw dan semacamnya. DKV jagonya desain grafis, tertarik! tapi skill gue? 0,01% kali ya. Produk, ini kereeen abissss, karena gue pikir produk itu yang ciptain cuma anak SBM ITB aja, taunya FSRD juga bisa! disini mereka bisa desain apa aja, mulai dari otomotif, peralatan, pokoknya apa aja deh!
ITB juga punya acara yang digelar setiap 4 tahun sekali, yaitu PASAR SENI ITB. disini semua unsur kreatif anak itb tertuang semua dan siapapun boleh dateng! dan juga ada ITB DAYS yang digelar setahun sekali, untuk pengenalan fakultas di ITB.
Menurut gue sendiri, Seni itu sesuatu yang indah, penuh makna dan sarana untuk mengeksplorasi otak. bagaimana pun nantinya, gue pengen masa depan gue gak cuma sampe dalam mimpi aja untuk meraih FSRD, gue pengen bisa jadi mahasiswa FSRD ITB tahun 2017. tapi, jika Allah SWT menentukan jalan lain, gue bisa apa? gue hanya berharap kepada-Nya yang terbaik, dan semoga pilihan gue, FSRD ITB itu adalah yang terbaik yang diridhoi oleh Allah dan kedua Orangtua gue.
Aamiin.
Sepucuk senja di hari minggu,
bersama kicauan burung yang menyelimuti awan sunyi.
Oktober, 2015.
Adindasha.