Awal mula aku start blog ini, sekitar tahun 2013, tepatnya saat aku duduk di bangku kelas dua SMP. Menulis blog, menurutku sendiri bukanlah hal yang kumau saat itu, namun aku pikir jika kalian ingin jadi orang sukses, kalian harus terus menulis, mencatat segala kejadian kecil maupun besar dalam hidupmu, dan itulah aku. Aku adalah seorang remaja perempuan biasa yang hari-harinya dipenuhi canda tawa dengan sedikit bumbu-bumbu sarkasme ala diriku yang kukira semua orang tahu sifatku yang satu itu.
Sebelum aku membuat blog ini, aku lebih lama mengelola tumblr. tumblr adalah sebuah website yang lebih mudah untuk dikelola dan bersosialisasi dengan masyarakat dalam maupun luar negeri dan tema blognya pun tak ada batasnya. Aku merasa nyaman sekali mengelola tumblrku sejak 2010, dimulai saat aku yang hanya seorang anak kelas 5 SD, mungkin bahasa inggrisku saja masih kacau balau, tapi dengan pedenya sudah berani berteman dengan orang-orang luar negeri di tumblr. Awal mulanya, aku hanya memiliki beberapa follower, yang bahkan bisa ku hitung pakai jari. Namun, seiring berkembangnya zaman dan trend yang berkembang disekitarku, aku terus mengganti blogku menjadi sesuatu yang aku suka dan orang lain juga suka. Saat itu, aku tertarik dengan bidang fotografi. Kalau bisa dibilang, aku cukup gila dan terlalu antusias dengan fotografi walau aku tak mempunyai kamera DSLR yang sudah menjadi basic seseorang untuk menjadi seorang fotografer. Kala itu, perkembangan telefon genggam juga belum se-canggih sekarang. Dulu, seingatku handphone yang ada masih merek-merek nokia dan sony ericsson. Belum banyak orang yang mengenal Iphone dan Blackberry. Makanya, aku bersyukur saat tahu temanku memiliki kamera DSLR. Tak segan-segan aku mengajaknya hunting foto agar aku bisa memakai kameranya. Aku suka diriku yang bersosialisasi dengan orang yang belum ku kenal, bahkan jika orangnya ada dibelahan dunia yang jauh sekalipun, itu lebih baik karena mereka pasti adalah orang baik. Dari tumblr lah aku belajar Bahasa Inggris, yang kemudian aku kembangkan dengan mengikuti serangkaian les melalui telefon dan berbicara dengan Bahasa Inggris sama tutor les ku yang biasanya acak mengangkat telefonnya. Saat aku duduk di kelas 7 pun, aku masih mengelola tumblrku. Saat itu followers tumblrku sudah mencapai 5000 followers, dengan tema blog photography. Aku fokus dalam mengelola blogku, seperti tak ada hari esok. Dengan asiknya, aku seketika bisa melupakan hal-hal yang membuat diriku pusing, seperti halnya aku memikirkan sekolahku di SMP itu. Kalau ditanya aku suka dengan SMP itu, aku kira sih engga, soalnya jika kamu tau SMP mana tempat aku belajar itu kamu juga akan berpendapat sama denganku. Tapi aku juga tidak ingin mengecewakan diriku, kemudian aku belajar dengan santai dan memiliki kepercayaan bahwa jika aku bisa meraih ranking satu disana, Aku segera pindah sekolah. Hal-hal yang ku harapkan terjadi: aku mendapat ranking satu. Lalu, dengan kebaikan Allah dan orang tuaku, Aku dipindahkan ke sekolah yang ada di jakarta. Mengacu kepada kakakku yang telah dulu dipindahkan oleh orang tuaku, maka aku juga dipindahkan ke sekolah itu. Saat itu aku adalah anak yang lebih update mengenai perkembangan tren internet dibanding perkembangan buku-buku dan novel yang ada. Internet telah mengubahku menjadi sesuatu yang membuatku terpaku dan tergantung. Ditambah lagi, dengan adanya tumblr ini membuat aku dapat bergaul dengan mudah dengan teman-teman baruku disana. Kukira hanya aku yang mempunyai tumblr, ternyata beberapa dari teman baruku juga memiliki tumblr. Aku tidak kesulitan mendapat teman disana, karena aku pindah kesana saat masih kelas 7 semester dua, masa-masa orang masih bersosialisasi dengan teman yang baru jadi aku merasa nyaman-nyaman saja.
Pada tahun 2013, aku masih aktif bermain tumblr sebelum akhirnya memutuskan untuk menulis di blogger. Aku mendapat teman di tumblr, tidak hanya satu, mungkin ada sepuluh. Mereka tidak hanya berasal dari Indonesia, tetapi dari manca negara! Sebuah kebanggaan tersendiri untuk aku yang masih duduk dikelas dua SMP. Saat teman-teman yang lain hanya fokus bersosialisasi dengan orang-orang terdekatnya, aku sudah mempunyai teman dari Malaysia, Singapur, Filipina, Australia, Jepang dan lainnya. Aku juga mendapat dua teman terbaikku yang sampai saat ini kami masih menjaga hubungan pertemanan kami walaupun jarak memisahkan tetapi dengan adanya teknologi mengirim pesan yang super cepat, jarak bukanlah penghalang bagi kami.
Pertama, Ku perkenalkan temanku yang umurnya setahun lebih tua dariku, Marsha. Dia adalah tipe orang yang bersahabat, kupikir semua orang mudah bergaul dengannya jika orang itu mau. Dia adalah seorang kakak kelas namun lebih cenderung menjadi pendengar yang baik bagiku. Dia pun memiliki karakter yang sama denganku, sarkasme dalam melontarkan pendapat masing-masing dan yang lebih kusukai dari sifatnya dia tak masalah jika aku menganggapnya sebagai orang yang umurnya sama denganku, jadi aku gak perlu manggil dia dengan sebutan kakak dan itu membuatku nyaman berteman dengannya. Hingga saat ini, aku senang mendiskusikan berbagai hal dengannya. Dia adalah kakak yang bukan kakakku tapi dia lebih mendengarkan aku dibanding kakakku sendiri. Dia memberiku tips dan dukungan saat aku membicarakan tentang dunia kuliah. Sebagai mahasiswi semester dua jurusan ilmu komputer, Marsha seperti memberikan aku harapan dan pesan agar aku tidak putus asa dengan diriku. Marsha pernah mengalami hal yang sama dengan diriku, malah lebih parahnya ia sampai ditolak berkali-kali oleh universitas yang ia tuju, namun itu tidak membuat ia menyerah, ia terus mengejar apa yang ia mau sampai akhirnya ia menjadi seperti sekarang. Untuk menjadi seorang yang tangguh kita memang perlu ditolak berkali-kali agar kita ingat siapa pencipta kita, begitu kataku dalam hati ketika aku ditolak dua universitas sebulan yang lalu. Maka, kupikir semua elemen sosialisasi itu penting dan gak melulu dengan yang ada dilingkungan kita. Dengan seluruh teknologi canggih yang kita miliki, kita dapat menggunakan hal itu dengan baik, sebaik aku saat aku mendapatkan temanku dari belahan benua yang lain, namanya Runni. Ia adalah anak indonesia yang tinggal di Australia karena mengikuti pekerjaan Ayahnya ditempatkan dan kemudian belajar disana. Saat itu, kami berbagi apapun yang bisa kami diskusikan bersama. Tentang dirinya yang tinggal berpindah-pindah tempat, Indonesia-Australia, kemudian seiring berjalannya waktu, dia pindah lagi ke Hongkong. Sedih, katanya. Ketika ia sudah mempunyai teman yang banyak di Australia tetapi harus meninggalkannya lagi demi mengikuti pemindahan pekerjaan Ayahnya. Sampai akhirnya tahun lalu ia pindah kembali ke Indonesia, tepatnya ke Kota Bandung. Di sana, sebagai anak kelahiran 1998 sudah seharusnya ia mengikuti ujian nasional maupun ujian masuk perguruan tinggi, tapi karena perbedaan kurikulum yang ada antara Hongkong dengan Indonesia. Di Bandung, ia harus mengulang menjadi anak kelas dua belas lagi: menjadi sama denganku. Aku mungkin bukan anak yang maha tahu segala hal, tetapi jika urusan pertemanan, aku cukup setia, bahkan jika lima tahun dari sekarang dan kita bertemu disuatu tempat, aku tetap mengenali temanku. Dia menanyakan banyak hal bagaimana cara mendapatkan teman di Indonesia, mengingat dia menghabiskan waktu yang lama di luar negeri, rasanya memang manis dan asam saat kembali ke tanah air karena kultur yang berbeda ia harus beradaptasi dengan lingkungan barunya. Maka sebagai teman yang baik, aku teringat jika disana aku juga memiliki teman yang satu sekolah dengan Runni dan kemudia aku membuat mereka kenal satu sama lain, dan seterusnya adalah urusan runni, tapi yang aku tahu, ia berhasil memiliki teman yang banyak seiring berjalannya waktu, dan aku senang sekali mendengarnya. Sebelumnya, memang terlihat bahwa dunia maya itu tempat yang di mana kita harus waspada dengan apa saja yang ada di sana. Namun, jangan batasi dirimu dengan hal itu karena setiap orang memiliki kontrol dirinya masing-masing untuk menjaga dirinya dari ancaman. Aku pernah bertemu temanku marsha ketika aku mengunjungi ITB pada 2015 lalu, ingin kusapa, tapi urung melihat kondisinya ia sedang bersama teman-temannya, namun setidaknya temanku itu ada di dunia nyata. Kemudia aku bertemu Runni sudah dua kali dan tepatnya memang dua tahun sekali: 2013 dan 2015. Sebelum kami bertemu juga kami sudah sempat video call melalui skype, aku memperkenankan dirinya menjadi guide home tour nya kala itu. Aku sangat senang berteman dengannya, karena aku lebih suka dengan pertemanan yang seperti ini. Kami tidak berkomunikasi setidap waktu tetapi jika kamu meneleponku dua tahun lagi dan mengajakku ngopi ataupun jalan, aku ada. Aku tipe orang yang seperti itu bukan seperti orang-orang yang selalu nempel dengan sahabatnya karena jujur saja untuk melakukan hal itu sulit karena aku orangnya introvert.
Setelah berbagai hal manis yang kulalui di tumblr, menurut kalian apakah hanya itu? tentu saja tidak. Cacian dan makian pun di dunia maya tak pernah lepas, tak melihat siapa dirimu. Ada saja orang yang membuatmu jatuh, merusak harimu, mengatakan hal-hal buruk tantang blogmu dan sebagainya. Tetapi menanggapi hal itu, aku tenang saja karena orang yang memakiku saja adalah anonymous, dia tak memberitahu siapa dirinya dan bagiku itu adalah tindakan pengecut. Jika tak suka pada blogku ataupun sikapku, cobalah utarakan pendapat melalui dirimu atau paling tidak aku tahu dengan siapa aku berbicara. Jika hanya bisa memaki dibalik selimut, ah aku juga bisa. Jelas, aku bisa mengabaikannya. Hal-hal seperti itu ku terapkan pada hidupku dan inilah aku. Aku lebih suka berbicara dengan orang yang jelas mau bicara denganku, dibanding orang yang membuat rumor atau berbicara buruk tentangku tetapi didepanku malah jadi malaikat. Inilah aku yang jika sudah tidak suka dengan seseorang, pasti ku tunjukkan dan jika aku memiliki kesalahan, pasti aku meminta maaf duluan. Hal itu selalu menjadi prinsipku hingga sekarang: Jika ada yang menyakitiku, bersikap diam dan maafkan. Kenapa bukan langsung maafkan? karena kalian tau sendiri memaafkan seseorang itu gak mudah setelah semua luka yang mereka torehkan. Tetapi memaafkan adalah hal yang terpenting yang harus kita kembangkan. Tidak semua orang memiliki hati yang besar yang dapat memaafkan orang lain atau tidak semua orang memiliki keberanian untuk meminta maaf. Kira-kira itulah diriku yang telah aku bentuk menjadi Adinda yang sekarang.
Setelah segala pengalaman yang telah ku dapatkan saat mengelola blogku di tumblr, aku mendapat pelajaran berharga yang tak ada satu manusia pun yang dapat mengajariku, bukan ayah mapun ibu. Untuk itu, aku ingin mengelola skill ku yang masih lemah ini untuk menulis dan kemudian blog ini aku ciptakan. Lahirnya blog ini membuat diriku ada, membuat diriku gak kesepian seperti hari-hari yang kulalui sebelumnya. Di blog ini aku bisa menceritakan bebas apa saja yang terjadi dalam hidupku, tanpa peduli siapa yang akan baca, karena aku yakin gak ada yang mau baca blogku juga. Saat itu aku masih berumur tiga belas tahun. Aku mencari jati diriku dan mencari apa hal yang aku sukai. Aku bagai mencoba segala hal. Makanya, jangan kaget ketika kalian melihat postku di blog ini bada tahun-tahun yang lalu, dimana aku masih menjadi bocah yang taunya hanya mengeluarkan perasaanku melalui tulisan bagai dunia internet hanya aku yang lihat. Pernyataan sepihakku mengenai hal-hal yang ku lihat hanya dengan cara pandangku sendiri kemudian membuatku muak saat ini. Lagi pula sekarang aku telah tersadar bahwa apa tanggapanku mengenai sesuatu yang aku gak mengetahui secara mendalam itu, gak seharusnya aku tulis dalam mediaku. Aku sadar, banyak hal yang harus kita pertimbangkan sebelum menulis. Kepada siapa kita menujukan tuliskan kita dan siapa saja yang kira-kira akan membaca konten kita. Aku juga tidak ingin dipandang menjadi orang yang melulu peduli soal cinta. Ya jika kalian ingin tahu, semua yang aku beberkan diatas adalah kehidupanku, Aku yang selama ini mencari minat dan bakatku kemanapun dan dimanapun jika bisa. Hal-hal yang menyangkut percintaan kemudian terjadi dengan sendirinya dan hal itu patut aku sesali dan patut aku ambil hikmahnya. Karena jika kalian tak mengontrol diri kalian dan terus mencintai seseorang, tanpa kalian sadari kalian dapat dikuasai dengan energi cinta tersebut dan menjadikan dirimu hilang melebur menjadi bagian dari dirinya. Itu sama sekali bertentangan dengan prinsipku yang ingin mencari jati diriku selama ini. Tetapi tidak semua hal buruk itu buruk. Jika kalian menelaah lebih lanjut tentang apa-apa yang terjadi dalam kehidupanmu, gak semua hal baik itu baik dan gak semua hal buruk itu buruk. Aku mengambil tengahnya, bahwa biarkan saja yang baik itu menjadi baik untuk diriku dan yang buruk bisa ku jadikan menjadi sesuatu yang baik, patah hati misalnya. Baiklah, semua orang pasti pernah patah hati, entah dengan kekasih, entah dengan sahabat sendiri. Aku bisa saja dengan path hatiku yang kacau itu, menghancurkan diriku bahkan orang lain yang membuatku hancur. Bisa saja aku membenci orang yang meninggalkanku sampai mati. Namun aku bukanlah orang yang seperti itu..
Aku selalu berpikir "there's good in everything," Aku menyulap rasa patah hatiku untuk menulis, menciptakan puisi, sajak, bahkan menulis karya sastra yang akhirnya mendapatkan nilai yang bagus dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Tak hanya menulis, aku pun menuangkan perasaanku di jurnalku, yakni selembar kertas putih yang ada di buku jurnal untuk menorehkan hal-hal yang tak hanya dapat dinikmati oleh kata, tetapi visual juga. Maka inilah aku, terbentuk dari pribadi yang tangguh namun rapuh jua dalam diri, tetapi selalu berusaha untuk membuat sesuatu menjadi indah walau hanya sekedar goresan cat air yang tak bermakna bagi orang lain namun, bermakna seribu bahasa untukku.
pada tahun 2013 setelah aku membuat blog ini, seseorang datang dalam hidupku, dan itulah dia. Dia mengambil separuh keinginanku untuk tetap menulis karena ada dia, jadi dia adalah diary berjalanku. Bisa dibilang dia lebih dari blog ini, mempunyai makna yang dapat membuatku tidak sendirian lagi. Tapi itulah dia, yang membuatku melupakan makna diriku sendiri. Aku memang masih terus bermain tumblr dan mengelola blogku ini kala itu, namun sudah tak fokus dan mulai ngalor ngidul tak karuan. Tetapi seperti yang sudah ku jelaskan itulah dia, membuat setiap rasa sakit hati dapat ku ubah menjadi sesuatu yang indah. Dan aku mendapati diriku lebih cinta terhadap kesendirian dan terinspirasi oleh sakit hatiku. Terserah orang mau berkata apa, tetapi yang jelas aku lebih sayang dengan sakit hatiku ini karena melalui hal-hal yang tak terduga, sakit hati bisa membantuku membuat hal-hal yang tak terduga juga. Aku kemudian menulis apapun yang ku rasa baik maupun buruknya, hanya aku yang tahu. Kalian tak usah mengkritik ku, karena aku lebih tau apa yang aku lakukan. Cinta itu rumit. Tapi aku suka yang rumit-rumit. Karya sastra maksudnya hehe. udah ah jangan bahas cinta! pusing euy.
Ohiya, aku juga mempunyai keahlian memikirkan hal-hal unik, yang orang lain pun tak kepikiran. Saat aku membuat blog ini, aku berpikir akan ku namai apa blog ini. Sampai namanya I tell you secret. Blog ini aku suka, dari namanya, dari tagline nya "Little notes from Adinda" pun aku suka. Sebelumnya aku juga sempat memberi nama yang unik-unik untuk tumblrku, pernah namanya littleprincessphotography, toscalatte, oldcardigan, badstarsh, dan masih banyak lagi.
Aku pun terus berubah seiring perkembangan zaman dan kehidupanku yang terus berubah dari waktu ke waktu. Aku telah duduk di bangku SMA. Siapa yang bisa menyangka bahwa hal-hal kecil yang kita rasakan dapat berdampak besar bagi hidupmu kelak? gak ada yang tahu. Semuanya serasa misteri yang kemudian menjadi bom atom di masa depan. Masa SMA telah merubahku lebih dari apapun yang pernah ku bayangkan. Sudahlah, kini aku sudah lulus. Rasanya gak minat ngomongin masa SMA, karena menurutku terlalu banyak pelajaran moral tentang pertemanan, kehidupan dan bagaimana aku hidup dalam menyikapi masalah dalam hidupku dan gak semuanya bisa aku tangani. Aku juga remaja yang mencoba banyak hal sebelum aku tahu siapa diriku dan karena banyaknya masalah yang aku buat, aku seperti sudah tidak ingin membangkitkan memoriku mengenai hal-hal yang menghancurkan hatiku. Hal-hal itu membuatku tidak percaya diri, menyendiri, mengasingkan diri dari lingkunganku, dan yang lainnya. Kalian gak perlu tau, karena ku rasa banyak yang terlibat perihal rasaku ini, namun aku lebih memilih untuk diam.
Aku terus melanjutkan perjalanan blogku, baik tumblr maupun blogger hingga saat ini. Pada tahun 2016, aku mengganti tema blog tumblrku menjadi studyblr. Sepertinya aku telah menjelaskan apa itu studyblr di post blog ini tetapi mungkin kalian lupa. Studyblr adalah komunitas pelajar seluruh dunia untuk berbagi pengetahuan, dan saling membantu dalam hal belajar. Belajar dibuat jadi asik dan tidak membosankan, juga, mereka memperkenalkan aku tentang Bullet Journal yang akhirnya metode itu sangat berhasil untuk membantuku mengelola hidupku hingga saat ini. Kami anggota komunitas studyblr selalu sharing tentang apapun yang ada sangkut-pautnya dengan belajar, baik fisik maupun mental. Kami juga saling support tentang apapun yang dapat membangkitkan semangat belajar. Tak hanya itu, aku sebagai orang yang sangat suka pergi ke toko alat tulis, sangat bahagia ketika menemukan orang-orang yang kesukaannya sama denganku. Alat tulis bagiki bukan hanya sekedar alat yang membantuku untuk belajar, melainkan adalah sesuatu yang mendukungku untuk meraih impianku. Di studyblr lah aku tahu merek-merek pulpen ternama yang sangat lucu, seperti MUJI. Oh ya, perkara teman, di kehidupan tumblrku yang baru ini, aku juga mendapatkan teman baru! Rasanya senang sekali mendapat teman dari belahan bumi yang bahkan aku tidak pernah mengunjungi negara tersebut. Dia adalah temanku, Namanya Samira. Kami kenal di studyblr saat ia mengetahui bahwa aku juga suka salah satu boyband yang saat itu sedang booming. Kami akrab dengan cepat. Ia sendiri adalah seorang perempuan yang tinggal di Jerman bersama orang tuanya yang berbeda agama, Islam dan Kristen. Ia asalnya dari Slovakia, tetapi karena mengikuti orang tuanya, ia bersekolah di Jerman. Ini kali pertama aku mempunyai sahabat yang benar-benar dekat denganku dan ia pun sangat bahagia mengenalku. "I really want to go to Indonesia!" katanya, saat berkomunikasi denganku lewat line. Kami menjadi sepasang sahabat yang berkomunikasi saja harus pake Bahasa Inggris dan perbedaan waktu Indonesia dengan Jerman yang terpaut cukup jauh, jadi aku harus menunggu tengah malam untuk berkomunikasi dengannya, atau sore hari. Itulah ceritaku dan Samira. Sepasang sahabat yang saling mendukung studinya di negara masing-masing dan mengharapkan keajaiban untuk bertemu satu sama lain di kemudian hari, ntah di belahan bumi mana kita akan bertemu.
Pada 2017 ini, Aku mengoreksi diriku dan mulai menyadari apa saja yang harus aku ubah mengenai aku dan blogku. Di blog ini aku mulai sadar bahwa tidak semuanya harus aku utarakan (walaupun namanya I tell you secret, namun kau gak harus tau rahasiaku kan). Aku juga telah memilah konten mana yang harus aku bagi dan mana yang tidak. Makanya jika kalian telusuri blog ini sampai ke post-post yang lama, akan kau dapati post-post yang sudah aku hapus. Bukan karena aku anggap tulisanku jelek, melainkan aku yang belum bisa menulis itu hanya sok jadi penceramah yang bisa nulis. Ku kira sekarang bukan seberapa sering aku ngepost di blog ini, tetapi seberapa sering aku menulis. Tujuanku sekarang hanya satu, berlatih menulis agar kelak aku bisa menjadi penulis handal layaknya Ayah Pidi Baiq dan Tere Liye. Kalian mungkin tahu kalau aku sangat ingin menjadi seniman, bahkan sampai mati aku selalu ingin jadi seniman. Tetapi lagi-lagi aku mencoba melihat dari berbagai sudut pandang. Kesimpulanku, tidak harus menjadi seniman untuk menjadi diriku sendiri, Seni itu letaknya didalam hati karena hakikat seni berkaitan dengan rasa. Aku pun bisa jadi seni, tanpa harus belajar di jurusan seni. Maka sekarang aku memilih jalan yang lain, menjadi Jurnalis salah satunya. Tak pernah ku bayangkan jika benar nanti aku akan menggeluti bidang itu, tetapi apapun yang akan aku pelajari nanti sebagai jurusan kuliahku, tak dapat menghapus diriku atau menghilangkan jati diriku sebagai seorang seniman. Aku diwarisi dengan jiwa seniman dan tak ada seorang pun yang bisa menghapusnya. Aku adalah diriku ini yang selalu ada untuk orang-orang yang membutuhkan aku.
Untuk sekarang dan selamanya, blog ini akan menjadi saksi hidup diriku yang mulai melangkahkan hidup ke arah yang lebih baik.