Halaman

Sabtu, 29 Juni 2013

Semuanya adalah Sahabat

  • Kenapa orang lain bersikap aneh?
  • Pernahkah kamu merasa kesal karena semua orang tiba-tiba seperti nenek sihir, jutek dan jaim?
  • Pernahkah kamu menemukan semua orang tiba-tiba aja seperti ibu tiri dan saudara tiri dalam kisah bawang merah dan bawang putih?
Padahal , saat itu kamu udah menggunakan cara pandang yang baru atas dirimu sendiri
Padahal , kamu sudah bilang bahwa "Saya hari ini akan menjadi orang yang penuh senyum"
Tetapi semua orang tetep aja menunjukan wajahnya yang Kusut dan ngeselin.

Tenang aja , mungkin semua itu karena sisa dari caramu dulu memperlakukan orang lain.
Mungkin aja , dulu kamu salah memperlakukan orang lain.
Jadi , wajar aja kalo hari ini , ketika kamu udah mulai mengubah diri , mereka masih melakukan cara lama.
Bertahanlah dengan caramu yang baru , lama kelamaan mereka akan menampilkan senyum persahabatan yang membuatmu semakin nyaman .

Ngomong-ngomong soal cara pandang terhadap orang lain , kamu harus liat skema (dari irfan AmaLee) :



Oppersive Relationship
ketakutan , minder
memandang diri terlalu tinggi
Proper view of self
memandang diri terlalu rendah
penindasan , diskriminasi
Kekerasan , SARA

Memandang orang lain terlalu rendah atau if you underestimate someone, akan menggiring kamu jadi gapernah menghargai orang lain . Apapun yang dikatakan temanmu atau Apapun yang dia lakukan , kamu anggap sebagai Picisan, Gak bermutu . Kamu akan langsung menyalahkan dan menganggap remeh usulan temanmu itu.

Belum juga kamu periksa, semua ucapan temanmu akan kamu anggap salah. ini namanya argumentum ad hominem, yaitu menyalahkan suatu pernyataan karena faktor orangnya , bukan isinya .

Hal ini bisa gawat , soalnya teman mu itu akan merasa terhina dan dendam . kalopun gak dendam , mereka pasti merasa rendah diri .

Sebaliknya , memandang orang lain terlalu tinggi juga berbahaya . soalnya , cara pandang ini akan menempatkan kamu jadi si terjajah yang sukarela . Begitu menganggap temanmu lebih hebat , kamu akan mengarahkan dirimu jadi budaknya . kamu mengagumi secara membabi-buta atau kalo ngga , kamu akan merasa nggak berharga sama sekali . biasanya , kamu akan menjelma jadi remaja yang minder dan serbakikuk .

Keluarlah dari dua cara pandang ini (Terlalu tinggi dan rendah) .
Buatlah cara pandang yang manusiawi . Caranya gampang aja kook , asal kamu mau, semuanya bisa dimulai dari hari ini :

  1. Hargailah pandangan seseorang bulan ini . katakanlah sesuatu seperti , "Hai, itu ide bagus!" Remlah mulutmu dari mengatakan "Aaah.... itu sih biasa!"
  2. Ingat-ingatlah orang yang kamu sayangi atau teman dekat yang memperlihatkan sikap berkarakter buruk belakangan ini . Renungkanlah apa yang mungkin menyebabkan mereka bersikap seperti itu kepada kamu .

Temanmu . . .

Apakah kamu punya teman? Siapa dia?
Apakah teman itu menurut mu?

Seorang teman adalah:
Sebuah dorongan saat kesepian
Sebuah tuntutan saat kita sedang mencari
Sebuah senyuman saat kita merasa sedih
Sebuah lagu saat kita merasa senang ...
-Peribahasa

Apakah ada temanmu yang memenuhi kelima syarat itu? Wah jangan jangan apa yang disebut teman baru memenuhi cara kelima , yaitu hadir ketika kamu senang aja . Kalo emang begitu , mendingan kamu tinggalin kebergantungan mu pada temanmu itu.

Seorang teman adalah seorang yang
memberikan kita seluruh kebebasan , tapi
 menuntut kita menjadi diri sendiri ...
-Peribahasa


Jika sepatu itu pas
Pernahkah kamu pergi ke mal untuk membeli sepatu? Ya, saat itu, kamu pasti ingin menemukan sepasang sepatu yang pas . Sepatu idaman kamu , selain nyaman bagi kedia telapak kaki , juga enak dipandang.
Kalo bisa sih , sesuai dengan trend .

Sekarang bayangkan lah kamu sebagai sepasang sepatu yang nyaman itu . jika dapat memilih , Siapa aja yang dapat memakai kamu? Siapakah orang itu?

Ketika membayangkan diri sebagai sepatu orang lain , kamu secara mental sedang menempatkan diri dalam posisi ketika mereka akan Menginjak dan berjalan diatas kamu . Gambaran ini berhubungan dengan rasa kekaguman diri kamu , penyerahan dan penundukan kehendak orang lain .




sumber dan inspirasi dari : Methamorpho-self Diary 356
- Adinda Shafira, 13thn.