Belum genap sebulan Aku mengenyam pendidikanku di institusi universitas, aku sudah merasa lelah yang membahagiakan. Kadang Aku pun masih bertanya-tanya, akankah aku menemukan seorang sahabat yang cocok-yang memahamiku lebih dari Aku memahami diriku sendiri? Atau mungkin saat ini aku masih terlalu tertutup hingga orang-orang disekelilingku pun segan mendekatiku? Mungkin. Aku sangat bingung-hingga berpikir apakah yang harus Aku lakukan untuk bersosialisasi lebih baik dengan sekitarku? Aku merasa begitu tertutup dan belum sepenuhnya menjadi seorang mahasiswa yang baik, sopan, dan ramah di bumi pasundan ini. Aku masih memperbaiki diriku, meski kadang aku merasa asik sendiri dan lupa bahwa aku perlu punya relasi yang lebih banyak untuk kehidupanku di masa depan. Mungkin ada yang salah dengan perspektifku saat ini, yang memikirkan diri sendiri dan hanya bersosialisasi dengan lingkungan yang sempit. Namun, ada perkembangan juga dalam hidupku yang tak lagi memikirkan bahwa aku adalah seorang introvert. Aku masih menjadi manusia yang memperbaiki diri, memperbaiki hubunganku dengan Allah dan memperbaiki hubunganku dengan manusia lain. Saat ini umurku telah beranjak 18 tahun, umur yang bukan lagi Aku gunakan untuk keegoisanku, apalagi untuk memenangkan diriku yang selalu ingin menang sendiri ini. Aku ingin bangkit! entah bagaimana caranya, Aku ingin menjadi mahasiswi yang salehah, tidak menunda pekerjaan, rajin, ramah, dan tak mudah mengeluh. Bagaimana cara merubah diriku masih Aku pikirkan. Terkadang Aku merasa sudah menjadi pribadi yang lebih baik tetapi hari ini aku justru merendahkan diriku yang merasa memburuk jika aku menyadarkan diriku tentang hal sekitar.
Aku tidak ingin menjadi diriku yang seperti ini.
Aku ingin menjadi pribadi yang lebih baik.
Aku ingin membersihkan hati dan perkataanku.
Aku ingin menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
Kini, kata-kata diatas mungkin hanya khayalan dan harapan belaka bagiku..
Dengan segala keyakinanku, Aku ingin mengubah cara pandang diriku terhadap diriku untuk lebih percaya diri dan Aku ingin percaya bahwa Aku bukan sekedar penyendiri yang ingin menang sendiri! Aku adalah Aku, seseorang yang menginginkan perubahan dan menjadi pribadi yang Aku impikan dengan segala omong kosong yang harus aku hapuskan dari diriku yang suka mengkhayal ini.
Lihat Aku! Tunggu Aku! Aku pasti bisa menjadi diriku yang lebih hebat dari diriku yang kosong saat ini! Akan Aku buktikan walau akan memakan waktu yang cukup lama. Percayalah.
Adindasha,
Selasa, 12 September 2017.
Selasa, 12 September 2017
Selasa, 15 Agustus 2017
Mojang nangor lulus SBMPTN 2017
Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh!
Alhamdulillah Adinda sudah lulus SMA dan akan melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi, yaitu Kuliah. Coba Tebak! di manakah saya berkuliah saat ini? Yuk baca cerita saya berikut ini!
Kali ini, gue akan bercerita tentang pengalaman gue mengejar Perguruan Tinggi Negeri yang konon "katanya" disebut-sebut sebagai hal terindah yang pernah kita dapatkan setelah lulus SMA. Sekolah Menengah Atas sendiri menurut gue cukup menantang ya. Banyak orang bilang kalo SMA itu masa-masa terindah dalam hidup mereka, tapi menurut gue... lebih pantes dibilang "mati segan hidup pun tak mau". Memang banyak manis dan indahnya. Namun, sakit, pahit, dan asamnya pun lebih dominan yang gue rasain.
A lot of things happened in my twelfth grade.
Pada kelas dua belas kemarin, gue belajar banyak hal dalam diri gue yang mesti gue perbaiki dan mesti gue tinggalkan. Alhamdulillahnya gue bangga sama diri gue sendiri, bahwa dimanapun gue sekolah, gue gak kebawa suasana dan kebawa habit temen-temen yang menurut gue gak baik. Alhamdulillah gue selalu bisa bawa diri dan milih mana yang baik dan mana yang salah. Pada kelas dua belas kemarin pun gue juga bersyukur banget udah berhasil melewati tahap-tahap yang membutuhkan kesabaran ekstra. Perjuangan sekolah jauh--dari naik busway jam 5.15 sampe pulang maghrib naik kereta, pas telat sekolah dikunciin lah, disuruh pulang lah, dimarahin sampe nangis lah, dan hp ilang dua kali di kereta lah, kelaperan dan duduk ngemper di stasiun manggarai, digencet didalem kereta serta disakiti olehmantan, teman, dan sahabat sekalipun sudah teruji. Gue juga sempet ngekost di tebet selama tiga bulan untuk khusus ujian-ujian. Mulai dari Ujian Praktek, Ujian Sekolah, Ujian Nasional, Sampe SBMPTN tiba. Alhamdulillah semua dalam hidup kita pasti berproses dan proses tersebut sudah gue lalui dengan bantuan Allah SWT.
Nge-Kost di Tebet
Hidup tanpa orang tua adalah hal yang paling guesukai! kenapa? Hidup tanpa orang tua telah melatih diri gue untuk bangun pagi tanpa dibangunin, ngontrol diri sendiri dan bisa mandiri. Gak cuma positifnya yang gue dapetin! hahahaha negatifnya juga ada. Gue orangnya emang suka males keluar rumah gitu kalo udah nyampe rumah dan sebenernya sih ini keterlaluan karena ditambah lagi gue gak bisa naik motor. Apa yang gue lakukan untuk menyelesaikan masalah tersebut? Gue pesen makanan lewat Go-food! Hahahaha parah banget kan? selama tiga bulan itu gue lebih sering pesen makanan online ketimbang beli langsung.. padahal banyak banget makanan di tebet. Gue juga suka beli langsung sih tapi itupun paling kalo gue pulang bta dan belinya nasi goreng melulu. Makanan yang sering gue order lewat go-food itu gak jauh-jauh dari ayam. Apapun rasa ayamnya (Richeese fire chiken, chicken salted egg, chicken with mozarella, etc.) akan gue makan. Naluri gue selalu berkata "makan ayam!" padahal gue juga gak terlalu cinta banget sama ayam. Jika Naluri gue berkata "MAKAN IKAN!" gue akan order Sushi atau Fish Street. Mau tau yang lebih menarik? Gue nyimpen semua bon go-food gue selama nge-kost disebuah buku jurnal gue. Alhasil? itu buku tebel banget. Hahahaha tapi itulah bahagianya gue. Gue bukan anak nakal, bukan anak yang suka nongkrong, bukan pula anak yang suka main dan ngabisin duit bareng temen-temen. Gue cuma anak kostan yang gak suka kemana-mana dan lebih memilih untuk bersenang-senang dengan diri sendiri.. makanya go-food selalu jadi emergency call gue! Hahaha. Buat gue sih selama gue dikasih uang bulanan dan cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari gue, gak masalah dong gue mau makan apa? tapi tetap saja... orang tua dan abang gue yang orisinil anak kostan semarang bilang gue boros. Padahal mah apa atuh... gue juga di kostan belajar bolak-balik bta. Apa lagi yang bisa bikin gue seneng selain makanan? biarin aja kalo mereka bilang gue boros hihihi, yang penting gue bahagia!
Keracunan Drama Tv-Series
Januari 2017 adalah waktu gue puas-puasin baca novel dan akhirnya pada bulan itu gue menyelesaikan empat novel; Bumi, Bulan, Matahari (tiga seri karangan Tere Liye) dan Tokyo Zodiac Murders. Empat novel itu adalah novel yang sangat amat menarik untuk dibaca bahkan gue pun rela buat gak tidur demi novel itu karena alasannya cuma satu: SERU ABIS!. Kemudian datanglah bulan Februari. Di bulan Februari gue memulai serangkaian ujian--yang dimulai dengan Ujian Praktek. Bulan ini pula gue nge-kost untuk pertama kalinya, alasannya biar gue gak telat ke sekolah (Kost-an gue deket banget sama sekolah, bahkan gue bisa denger bel masuk dari kamar gue). Pada awal bulan februari, gue bertanya-tanya pada diri gue, 'kan baca buku udah, nah apa lagi ya buat nemenin kesendirian gue di kostan nanti? Aha! gue bisa nonton film.. tapi bosenin sih kalo film. Ohiya, sekarang kan jamannya nonton Tv-Series! tapi gue nonton apa ya? gue gak tau banget soal Tv-Series' gumam gue dalam hati. Kemudian gue men-download sebuah aplikasi yakni Iflix! Aplikasi yang keren banget untuk nonton film. Kondisi yang gue alamin saat itu seperti krisis jati diri dan krisis pertemanan, Dan kemudian gue menemukan Pretty Little Liars di Iflix! PAS BANGET sama yang gue pengen nonton pada waktu itu dan gue gak segan-segan untuk memulai menonton PLL. Setelah gue mulai dan ternyata se-seru itu... gue baru menyadari kalo PLL ada 7 Season.. WOW inilah yang merusak diri gue sebagai pelajar yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi yaitu kuliah. Rasanya gue telah terjatuh dilubang yang telah gue pilih sendiri, sakit tapi tak berdarah. Dilema yang gue rasakan pun seperti memilih antara nilai bagus atau nonton PLL. Akhirnya gue melakukan keduanya, Gue belajar keras dan setelah itu nonton PLL. Hal itu terus menerus gue lakukan sampe Ujian Nasional tiba. PLL tiba-tiba mendarah daging dalam diri gue dengan sendirinya dan itu adalah sesuatu yang gak bisa gue lepaskan dengan mudah. This Tv-Series is brilliant. Jalan cerita PLL yang mudah gue pahamin dan segala misteri yang ada didalamnya membuat gue makin penasaran terus-menerus pengen nonton, And guess what? This June will be #PLLENDGAME! which is PLL will finally be over and soon in the last 2 hours finale episode i will know who is A.D. Jujur, gue seneng banget ini Tv-Series selesai! Tapi yang membuat gue sedih adalah gak ada yang bisa gue tunggu lagi selama seminggu dan gak ada yang bisa membuat gue penasaran selain PLL. Sebanyak 160 Episodes telah gue lalui dengan baik tanpa terlewatkan satu episode pun. This is breaking my heart but also keeping me alive. Ujian praktek, USBN (Ujian Sekolah Berstandar Nasional), dan Ujian Nasional telah gue lalui bersama PLL (40% belajar, 60% nonton PLL) dan Alhamdulillah Allah baik sama gue sehingga nilai-nilai gue bagus-bagus dan gak ngecewain orang tua! huhuhu seneng! Setidaknya, Virus mematikan dari PLL telah gue taklukkan dengan nilai yang bagus. Bye PLL i'm gonna miss you so much! thanks for accompanied me for five months. You will always be remembered.
Mengejar Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sampai Jogja
Impian gue dari SMP yaitu kuliah di salah satu Perguruan Tinggi Negeri yang ada di Bandung, Solo, atau Jogja. Sampai akhirnya tibalah saat untuk memilih PTN mana yang harus gue pilih. Pada awalnya, gue udah kekeuh untuk mencoba semua jalur yang dapat membawa gue ke PTN tercinta. Dari mulai SNM, PPKB UI, SBMPTN, hingga UTUL UGM. Gue udah bersemangat banget nih ikut test gue yang terakhir ini, UTUL UGM. Gue dan ortu bela-belain pergi ke jogja naik mobil H-1 sebelum test berlangsung. Alhamdulillah testnya lancar.. tapi kurang pede sih karena gue kan emang orangnya tukang nunda-nunda, dan gue telat masuk kelas gitu disaat semua orang di kelas gue udah duduk manis di kursinya. Tau gak kenapa gue telat? Gue salah ruangan... HAHA sebel banget gak sih? emang dasar guenya aja yang kurang piknik atau kesenengan ke jogja kali ya hm. Pulangnya, gue berniat untuk ke tempo gelato buat makan eskrim sendirian disana. Eh ternyata ada sesuatu yang menggemparkan gitu sampe kaget gue. Gue diajak ketemu sama seseorang. Oke.. biasa aja sih yaudah gitu ngobrol doang dan gue bersyukur gue biasa aja wkwkwk. Abang gue juga sempet nyusul ke jogja karena deket kan dari semarang juga. Yaudah gitu... akhirnya hari terakhir gue di jogja sempet belanja juga di pasar beringharjo. Menurut gue, Jogja punya sisi tenang tersendiri yang berbeda dengan bandung maupun solo. Jogja itu.. kreatif. Itulah yang memicu gue untuk kuliah di Jogja.
Hasil Try Out SBMPTN di bta selalujelek kurang bagus
Jujur, Gue gak pernah belajar kalo mau try out.. soalnya nyokap pernah bilang "Oh try out doang, yaudah gapapa gak belajar juga" tapi abis itu ditanyain hasilnya berapa wkwkwkwk.. kan sedih. Udah gitu, hasil try out gue fluktuatif alias naik turun. Paling sering cuma dapet 25%. BAYANGIN! segitu doang mau masuk mana coba? Gue agak stres juga, tapi gue tetep belajar, klinik, stand by, open class, dll. Terus gue sadar, ooh mungkin ini karena gue kurang latih soal di bahasa dan matematika. Oke, gue belajar parah tuh khusus matdas di bantuin sama temen gue, Yafie. Kalo bahasa, sebenernya dua bahasa (Indo & Inggris) itu gue bisa-bisa aja... cuma alokasi waktu dan pengerjaan nya pas try out tuh gue kurang cepet, alhasil gak kepegang semua deh soalnya. Sedihnya sih, lagi berjuang kayak gitu gue gak punya temen seperjuangan. Udah gitu, temen-temen yang lai hasil try outnya diatas gue semua... malu woy gue malu banget! Tapi mau gimana? kapasitas gue segitu.. sampe try out terakhir aja masih sejelek itu. Tapi ada salah satu temen gue, Nanda, bilang "Gapapa din selo.. nanti pas hari-H SBMPTN kan kita gak ada yang tau hasilnya" dan.. gue percaya kata-kata dia.
SBMPTN TELAH TIBA
Dengan segala kesiapan mental dan otak, gue benar-benar siap menghadapi sbmptn--Semangat banget lah pokoknya karena udah di semangatin sama semua orang, gue jadi berpikir untuk tidak mengecewakan mereka. Gue dapet lokasi test di UIN fakultas psikologi yang pokoknya gak mungkin kalo gue berangkat dari bekasi. H-1, gue sekeluarga nginep di apartemen green lake view. Jaraknya sih gak deket, tapi lumayan bersyukur juga masih dapet penginapan disana. Esoknya, test dimulai pukul 9.45 pagi dan lo tau gue berangkat dari apartemen jam berapa? jam 8 pagi. Sumpah ngaret banget ya gue parah... udah gitu nge-stuck di fly over pula! wah gue berseru tertahan deh. Mana di mobil itu yang nyetir abang gue dan ada nyokap juga yang nemenin, dan mereka udah mulai panik pas jam udah menunjukkan angka 9. Gue gak bisa ngarepin mobil nyampe cepet juga, soalnya gue tau ini semua orang pasti mau ke uin juga. Kemudian nyokap gue berinisiatif mesen gojek, dan berhasil tapi abang gojeknya nunggu di bawah fly over, di depan pertamina. Wah gimana coba menuju turun kesananya? ini aja nge-stuck di fly over, gak gerak! batin gue terus berteriak dan otak gue membayangkan skenario terburuk dalam hidup gue "kalo gue telat masuk sbm gimana? kalo gue gak sbm gimana?" panik sejadi-jadinya. Inisiatif nyokap gue yang kedua adalah dia asal bilang stop ke orang-orang yang naik motor disebelah mobil gue dan yang mengagetkannya, ada yang berhenti! seketika nyokap gue langsung bilang "mas tolong ya anak saya mau nebeng sampe bawah, kasian dia mau ujian takut telat" dan tanpa sungkan ataupun malu gue beneran naik ke motor tersebut. Mending ya kalo di bayangan kalian motornya bebek atau matic.. lah ini motor gede cyiiinn cocok banget deh, mana gue lagi pake rok wkwkwk. Setelah berhasil ngelewatin kemacetan, gue ngeliat diseberang jalan ada gojek di depan pertamina. Langsung aja gue stopin mas-mas yang gue naikin motornya trus bilang makasih ya mas! dan langsung cyuus nyebrang bertemu gojek dan otw ke kamus uin. Alhamdulillah perjalannya cepat dan akhirnya gue pun nyampe ke kampus uin. Gue dengan pedenya masuk ke dalem gedung, tapi tiba-tiba ada yang manggil gue "Adiiin" pas gue nengok, ternyata itu Tisa, temen sebangku gue pas kelas 9 smp. Gue nyamperin dan duduk disebelah dia sambil ketawa-ketawa gitu, rasanya seneng baru dateng ketemu temen.. stres gue langsung ilang. Pas banget lagi ada dia, gue minta anterin ke toilet. Waktu menunjukan pukul 9.30, Tisa bilang dia mau masuk ke dalam ruangan duluan, gue bilang oke. Gue pun naik ke lantai 3--pas udah sampe lantai 3 gue baru sadar kalo ini bukan gedung gue. Gila gak? padahal H-1 gue udah survei kesini tujuannya biar gak telat dan salah gedung! ini gue malah sisa waktu 15 menit masih di lantai 3 di gedung yang salah. Gue langsung lari kebawah, lari se lari-larinya dan nanya ke tukang parkir dimana gedung fakultas psikologi, "disana neng" akhirnya gue lari ke lantai 3 nya. Terima Kasih ya Allah gue sampe depan ruangan jam 9.40 dan itu 5 menit sebelum masuk gue sangat deg-degan. Bukan! bukan deg-degan karena mau sbmptn, melainkan karena gue abis lari dari gedung sebelah ke lantai 3 gedung ini. "Dasar gila" itu yang gue ucapkan pada diri gue seraya napas gue tersengal, kemudian gue menyadari kalo gue belum sarapan. NICE BUDDY. Baiklah, gue cek kantong lagi-lagi NICE BUDDY. GUE GAK BAWA DUIT GENGS. Kesel gak? gue cuma bisa ketawa sambil mengasihani diri sendiri. 5 menit sebelum masuk gue cuma berdoa dan bertawakal sambil ngelatih tangan biar gak gemeteran gara-gara ngos-ngosan. Bel berbunyi, jam 9.45 akhirnya gue masuk ruangan. Entah gue setelah terbakar habis lari mungkin, gue langsung bersemangat! kacau gak? aneh emang mesti disiksa dulu baru kepacu. Saat duduk di bangku ujian, gue bener-bener ngerasa ngos-ngosan dan tangan yang masih bergetar. Tapi berkahnya, gue dapet dua pengawas yang super baik--saat mereka nanya siapa yang mau jadi saksi pembukaan naskah soal, yaudah yaudah karena satu ruangan gue pada tegang semua akhirnya gue nunjuk tangan. HAHAHAH sumpah gara-gara abis lari pede gue udah kemana-mana woy, udah lupa kalo gue tuh mau UJIAN--IYA MAU SBMPTN. Dengan berbekal BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM gue mulai ujian SBMPTN TKPA dengan perut keroncongan. Sungguh memalukan, gue beneran ngeri orang yang ada di depan gue denger suara perut gue. Beneran ini gue gak lebay, beneran bunyi kruukk kruuukk gitu perut gue. Gue gatau mesti apa, gue ketawa-ketawa aja pas ngerjain.. beneran udah gatau lah kayak orang gila gue. Asik banget ngerjain soal dan alhamdulillah gue beneran ngerjain diluar kebiasaan jelek gue pas try out! gue lancar pas ngerjain TKPA walau gak banyak, tapi gue rasa cukup dan gue pede itu bener semua.. apalagi bahasa, gue beneran seneng banget bisa jawab banyak dan waktunya cukup banget. Namun bukan adin kalo gak bikin masalah.. MATDAS INI LOH NDUK pas liat soalnya gue langsung.. siiiiiingggg..... hening sejenak sambil mikir otak, woy ini soal macam apa.... gue udah belajar dua hari dua malem kenapa sekarang lupanya???? gue beneran ngomong sendiri sambil ketawa pas ngerjain matdas yang tinggal 5 menit lagi itu lembar test mesti dikumpulin. Wah emang gue udah gila.. gue kerjain aja satu soal matdas yang terlihat bisa gue kerjain, dan bener ada jawabannya. Tapi... pas liat pilihannya loh kok ini hasilnya angka yang bulet cuma satu, sisanya pecahan semua? wah gila sih gue antara bingung gausah jawab atau jawab aja bodo amat. Gue gapunya pilihan lain, itu kondisi udah 5 menit terakhir ujian, gue buletin aja pilihan gue. Terus gue mikir, kalo cuma satu gimana ya? ah ngasal deh satu lagi. Yeay alhasil gue dapet dua soal matdas. Meskipun yang satunya ngasal, pure ngasal. hahahaha parah gokil abis! Kemudian istirahat pun tiba. Semua orang pada ngomongin soal, gue nutup kuping turun kebawah dan ke masjid. Ntahlah apapun hasilnya gue udah pasrah sama Allah. Kondisi itu gue udah selesai sholat dan akhirnya gue ketemu temen smp gue, NYDIA! seneng banget woi akhirnya ada orang yang bisa gue ajak ngomong. Gak lama setelah itu ada temen sma gue lagi, puspa! wah alhamdulillah karena ketemu dia, gue bisa ikut dia jajan ke kantin, dan dijajanin dia. Lumayan banget gue bisa minum buavita dan sate sosis gitu. Setidaknya siang itu gue gak lagi keroncongan. Lanjut lah ke ruangan ngerjain soshum. Lagi-lagi gue jadi yang jadi saksi pembuka naskah soal. Soshumnya lumayan... gampang saat gue mengisi lembar pertama pelajaran sejarah. tapi terus ngisi kebelakang eh lama-lama susah. Pokoknya tekad gue cuma ngisi 30 soal soshum, dan bener 25 soal. Alhamdulillah sosiologi ngebantu banget, gue bisa ngerjain 12 soal dan sepertinya bener semua. Total soal yang gue kerjain 33 soal, dan yang paling sedikit gue kerjain adalah soal ekonomi karena gue gak jago dan gak mau sok tau juga, jadi gue menghindari ngasal. Selama ngerjain soal dari awal pas tkpa sampe soshum, gue terus mikir.. gue gak boleh jawab soal sedikit! gue gak mau ngecewain orang-orang yang percaya sama gue! gue yakin gue pasti bisa! bismillah! itu aja terus yang muter di otak gue dengan segala santai-santai laper. Saking santainya dan seru pas ngerjain soal, gue tuh selonjoran kaki, betulin tempat duduk mulu, pokoknya gak bisa diem. Akhirnya bel pun berbunyi, tanda soal dan lembar jawaban harus dikumpulkan. Alhamdulillah gue berusaha untuk amnesia kepada semua soal yang telah gue kerjakan. Prinsip gue: gak akan bahas soal sampe gue bener-bener keterima di PTN. Inilah akhirnya, gue udah memberikan performa terbaik gue, sisanya biarlah Allah yang mengatur semuanya. Pasrah aja sama ketetapan Allah. Gue percaya Allah gapernah membebankan umatnya kok.
MOJANG SUMEDANG ALIAS JATINANGOR
Hari yang amat sangat menegangkan, tanggal 13 juni 2017 pengumuman SBMPTN akhirnya di umumkan. Dengan segala macam dag-dig-dug gue sudah menggila dari pagi. Namun, ntah pas tepat jam dua siang gue menjadi lebih tenang dan ketawa-ketiwi, pasrah sama keputusan Allah. Ya mau gimana lagi? gue udah berusaha, gue udah belajar, dan udah tawakkal, apalagi yang mesti dikhawatirkan? Pukul dua siang gue masih senyum-senyum di depan ibu dan ayah gue saat kami mengobrol di meja makan. Tak jarang mereka mengingatkan "Din, buka pengumumannya" Tapi itulah gue yang mending-tenang dulu-daripada stress jadi gue "Santai aja bu.. kalo rejeki mah pasti gak kemana" Dengan perilaku yang begitu orang tua gue gemes dong??? sampe keluarga besar juga udah nanyain hasil gue gimana. Baiklah... gue mengalah sekitar pukul dua lebih tiga puluh menit, gue buka salah satu website yang bisa liat hasil sbmptn. Eits ternyata lemot kawan-kawan... oke gue coba lagi pake dua website alamat universitas lain. Lemot gitu kan... yaudah sabarin... EEEH TIBA-TIBA CEPET! Saat itu orang tua gue duduk bersebrangan sama gue di meja makan (Abang gue di kuliah semarang jadi gak ada) dan gue ngeliat pengumuman sbmptn itu SENDIRIAN. Ohiya, untuk memperjelas, saat sbmptn gue milih cuma satu universitas yaitu HANYA unpad, dengan prodi :
Alhamdulillah Adinda sudah lulus SMA dan akan melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi, yaitu Kuliah. Coba Tebak! di manakah saya berkuliah saat ini? Yuk baca cerita saya berikut ini!
Kali ini, gue akan bercerita tentang pengalaman gue mengejar Perguruan Tinggi Negeri yang konon "katanya" disebut-sebut sebagai hal terindah yang pernah kita dapatkan setelah lulus SMA. Sekolah Menengah Atas sendiri menurut gue cukup menantang ya. Banyak orang bilang kalo SMA itu masa-masa terindah dalam hidup mereka, tapi menurut gue... lebih pantes dibilang "mati segan hidup pun tak mau". Memang banyak manis dan indahnya. Namun, sakit, pahit, dan asamnya pun lebih dominan yang gue rasain.
A lot of things happened in my twelfth grade.
Pada kelas dua belas kemarin, gue belajar banyak hal dalam diri gue yang mesti gue perbaiki dan mesti gue tinggalkan. Alhamdulillahnya gue bangga sama diri gue sendiri, bahwa dimanapun gue sekolah, gue gak kebawa suasana dan kebawa habit temen-temen yang menurut gue gak baik. Alhamdulillah gue selalu bisa bawa diri dan milih mana yang baik dan mana yang salah. Pada kelas dua belas kemarin pun gue juga bersyukur banget udah berhasil melewati tahap-tahap yang membutuhkan kesabaran ekstra. Perjuangan sekolah jauh--dari naik busway jam 5.15 sampe pulang maghrib naik kereta, pas telat sekolah dikunciin lah, disuruh pulang lah, dimarahin sampe nangis lah, dan hp ilang dua kali di kereta lah, kelaperan dan duduk ngemper di stasiun manggarai, digencet didalem kereta serta disakiti oleh
Nge-Kost di Tebet
Hidup tanpa orang tua adalah hal yang paling gue
Keracunan Drama Tv-Series
Januari 2017 adalah waktu gue puas-puasin baca novel dan akhirnya pada bulan itu gue menyelesaikan empat novel; Bumi, Bulan, Matahari (tiga seri karangan Tere Liye) dan Tokyo Zodiac Murders. Empat novel itu adalah novel yang sangat amat menarik untuk dibaca bahkan gue pun rela buat gak tidur demi novel itu karena alasannya cuma satu: SERU ABIS!. Kemudian datanglah bulan Februari. Di bulan Februari gue memulai serangkaian ujian--yang dimulai dengan Ujian Praktek. Bulan ini pula gue nge-kost untuk pertama kalinya, alasannya biar gue gak telat ke sekolah (Kost-an gue deket banget sama sekolah, bahkan gue bisa denger bel masuk dari kamar gue). Pada awal bulan februari, gue bertanya-tanya pada diri gue, 'kan baca buku udah, nah apa lagi ya buat nemenin kesendirian gue di kostan nanti? Aha! gue bisa nonton film.. tapi bosenin sih kalo film. Ohiya, sekarang kan jamannya nonton Tv-Series! tapi gue nonton apa ya? gue gak tau banget soal Tv-Series' gumam gue dalam hati. Kemudian gue men-download sebuah aplikasi yakni Iflix! Aplikasi yang keren banget untuk nonton film. Kondisi yang gue alamin saat itu seperti krisis jati diri dan krisis pertemanan, Dan kemudian gue menemukan Pretty Little Liars di Iflix! PAS BANGET sama yang gue pengen nonton pada waktu itu dan gue gak segan-segan untuk memulai menonton PLL. Setelah gue mulai dan ternyata se-seru itu... gue baru menyadari kalo PLL ada 7 Season.. WOW inilah yang merusak diri gue sebagai pelajar yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi yaitu kuliah. Rasanya gue telah terjatuh dilubang yang telah gue pilih sendiri, sakit tapi tak berdarah. Dilema yang gue rasakan pun seperti memilih antara nilai bagus atau nonton PLL. Akhirnya gue melakukan keduanya, Gue belajar keras dan setelah itu nonton PLL. Hal itu terus menerus gue lakukan sampe Ujian Nasional tiba. PLL tiba-tiba mendarah daging dalam diri gue dengan sendirinya dan itu adalah sesuatu yang gak bisa gue lepaskan dengan mudah. This Tv-Series is brilliant. Jalan cerita PLL yang mudah gue pahamin dan segala misteri yang ada didalamnya membuat gue makin penasaran terus-menerus pengen nonton, And guess what? This June will be #PLLENDGAME! which is PLL will finally be over and soon in the last 2 hours finale episode i will know who is A.D. Jujur, gue seneng banget ini Tv-Series selesai! Tapi yang membuat gue sedih adalah gak ada yang bisa gue tunggu lagi selama seminggu dan gak ada yang bisa membuat gue penasaran selain PLL. Sebanyak 160 Episodes telah gue lalui dengan baik tanpa terlewatkan satu episode pun. This is breaking my heart but also keeping me alive. Ujian praktek, USBN (Ujian Sekolah Berstandar Nasional), dan Ujian Nasional telah gue lalui bersama PLL (40% belajar, 60% nonton PLL) dan Alhamdulillah Allah baik sama gue sehingga nilai-nilai gue bagus-bagus dan gak ngecewain orang tua! huhuhu seneng! Setidaknya, Virus mematikan dari PLL telah gue taklukkan dengan nilai yang bagus. Bye PLL i'm gonna miss you so much! thanks for accompanied me for five months. You will always be remembered.
Mengejar Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sampai Jogja
Impian gue dari SMP yaitu kuliah di salah satu Perguruan Tinggi Negeri yang ada di Bandung, Solo, atau Jogja. Sampai akhirnya tibalah saat untuk memilih PTN mana yang harus gue pilih. Pada awalnya, gue udah kekeuh untuk mencoba semua jalur yang dapat membawa gue ke PTN tercinta. Dari mulai SNM, PPKB UI, SBMPTN, hingga UTUL UGM. Gue udah bersemangat banget nih ikut test gue yang terakhir ini, UTUL UGM. Gue dan ortu bela-belain pergi ke jogja naik mobil H-1 sebelum test berlangsung. Alhamdulillah testnya lancar.. tapi kurang pede sih karena gue kan emang orangnya tukang nunda-nunda, dan gue telat masuk kelas gitu disaat semua orang di kelas gue udah duduk manis di kursinya. Tau gak kenapa gue telat? Gue salah ruangan... HAHA sebel banget gak sih? emang dasar guenya aja yang kurang piknik atau kesenengan ke jogja kali ya hm. Pulangnya, gue berniat untuk ke tempo gelato buat makan eskrim sendirian disana. Eh ternyata ada sesuatu yang menggemparkan gitu sampe kaget gue. Gue diajak ketemu sama seseorang. Oke.. biasa aja sih yaudah gitu ngobrol doang dan gue bersyukur gue biasa aja wkwkwk. Abang gue juga sempet nyusul ke jogja karena deket kan dari semarang juga. Yaudah gitu... akhirnya hari terakhir gue di jogja sempet belanja juga di pasar beringharjo. Menurut gue, Jogja punya sisi tenang tersendiri yang berbeda dengan bandung maupun solo. Jogja itu.. kreatif. Itulah yang memicu gue untuk kuliah di Jogja.
Hasil Try Out SBMPTN di bta selalu
Jujur, Gue gak pernah belajar kalo mau try out.. soalnya nyokap pernah bilang "Oh try out doang, yaudah gapapa gak belajar juga" tapi abis itu ditanyain hasilnya berapa wkwkwkwk.. kan sedih. Udah gitu, hasil try out gue fluktuatif alias naik turun. Paling sering cuma dapet 25%. BAYANGIN! segitu doang mau masuk mana coba? Gue agak stres juga, tapi gue tetep belajar, klinik, stand by, open class, dll. Terus gue sadar, ooh mungkin ini karena gue kurang latih soal di bahasa dan matematika. Oke, gue belajar parah tuh khusus matdas di bantuin sama temen gue, Yafie. Kalo bahasa, sebenernya dua bahasa (Indo & Inggris) itu gue bisa-bisa aja... cuma alokasi waktu dan pengerjaan nya pas try out tuh gue kurang cepet, alhasil gak kepegang semua deh soalnya. Sedihnya sih, lagi berjuang kayak gitu gue gak punya temen seperjuangan. Udah gitu, temen-temen yang lai hasil try outnya diatas gue semua... malu woy gue malu banget! Tapi mau gimana? kapasitas gue segitu.. sampe try out terakhir aja masih sejelek itu. Tapi ada salah satu temen gue, Nanda, bilang "Gapapa din selo.. nanti pas hari-H SBMPTN kan kita gak ada yang tau hasilnya" dan.. gue percaya kata-kata dia.
SBMPTN TELAH TIBA
Dengan segala kesiapan mental dan otak, gue benar-benar siap menghadapi sbmptn--Semangat banget lah pokoknya karena udah di semangatin sama semua orang, gue jadi berpikir untuk tidak mengecewakan mereka. Gue dapet lokasi test di UIN fakultas psikologi yang pokoknya gak mungkin kalo gue berangkat dari bekasi. H-1, gue sekeluarga nginep di apartemen green lake view. Jaraknya sih gak deket, tapi lumayan bersyukur juga masih dapet penginapan disana. Esoknya, test dimulai pukul 9.45 pagi dan lo tau gue berangkat dari apartemen jam berapa? jam 8 pagi. Sumpah ngaret banget ya gue parah... udah gitu nge-stuck di fly over pula! wah gue berseru tertahan deh. Mana di mobil itu yang nyetir abang gue dan ada nyokap juga yang nemenin, dan mereka udah mulai panik pas jam udah menunjukkan angka 9. Gue gak bisa ngarepin mobil nyampe cepet juga, soalnya gue tau ini semua orang pasti mau ke uin juga. Kemudian nyokap gue berinisiatif mesen gojek, dan berhasil tapi abang gojeknya nunggu di bawah fly over, di depan pertamina. Wah gimana coba menuju turun kesananya? ini aja nge-stuck di fly over, gak gerak! batin gue terus berteriak dan otak gue membayangkan skenario terburuk dalam hidup gue "kalo gue telat masuk sbm gimana? kalo gue gak sbm gimana?" panik sejadi-jadinya. Inisiatif nyokap gue yang kedua adalah dia asal bilang stop ke orang-orang yang naik motor disebelah mobil gue dan yang mengagetkannya, ada yang berhenti! seketika nyokap gue langsung bilang "mas tolong ya anak saya mau nebeng sampe bawah, kasian dia mau ujian takut telat" dan tanpa sungkan ataupun malu gue beneran naik ke motor tersebut. Mending ya kalo di bayangan kalian motornya bebek atau matic.. lah ini motor gede cyiiinn cocok banget deh, mana gue lagi pake rok wkwkwk. Setelah berhasil ngelewatin kemacetan, gue ngeliat diseberang jalan ada gojek di depan pertamina. Langsung aja gue stopin mas-mas yang gue naikin motornya trus bilang makasih ya mas! dan langsung cyuus nyebrang bertemu gojek dan otw ke kamus uin. Alhamdulillah perjalannya cepat dan akhirnya gue pun nyampe ke kampus uin. Gue dengan pedenya masuk ke dalem gedung, tapi tiba-tiba ada yang manggil gue "Adiiin" pas gue nengok, ternyata itu Tisa, temen sebangku gue pas kelas 9 smp. Gue nyamperin dan duduk disebelah dia sambil ketawa-ketawa gitu, rasanya seneng baru dateng ketemu temen.. stres gue langsung ilang. Pas banget lagi ada dia, gue minta anterin ke toilet. Waktu menunjukan pukul 9.30, Tisa bilang dia mau masuk ke dalam ruangan duluan, gue bilang oke. Gue pun naik ke lantai 3--pas udah sampe lantai 3 gue baru sadar kalo ini bukan gedung gue. Gila gak? padahal H-1 gue udah survei kesini tujuannya biar gak telat dan salah gedung! ini gue malah sisa waktu 15 menit masih di lantai 3 di gedung yang salah. Gue langsung lari kebawah, lari se lari-larinya dan nanya ke tukang parkir dimana gedung fakultas psikologi, "disana neng" akhirnya gue lari ke lantai 3 nya. Terima Kasih ya Allah gue sampe depan ruangan jam 9.40 dan itu 5 menit sebelum masuk gue sangat deg-degan. Bukan! bukan deg-degan karena mau sbmptn, melainkan karena gue abis lari dari gedung sebelah ke lantai 3 gedung ini. "Dasar gila" itu yang gue ucapkan pada diri gue seraya napas gue tersengal, kemudian gue menyadari kalo gue belum sarapan. NICE BUDDY. Baiklah, gue cek kantong lagi-lagi NICE BUDDY. GUE GAK BAWA DUIT GENGS. Kesel gak? gue cuma bisa ketawa sambil mengasihani diri sendiri. 5 menit sebelum masuk gue cuma berdoa dan bertawakal sambil ngelatih tangan biar gak gemeteran gara-gara ngos-ngosan. Bel berbunyi, jam 9.45 akhirnya gue masuk ruangan. Entah gue setelah terbakar habis lari mungkin, gue langsung bersemangat! kacau gak? aneh emang mesti disiksa dulu baru kepacu. Saat duduk di bangku ujian, gue bener-bener ngerasa ngos-ngosan dan tangan yang masih bergetar. Tapi berkahnya, gue dapet dua pengawas yang super baik--saat mereka nanya siapa yang mau jadi saksi pembukaan naskah soal, yaudah yaudah karena satu ruangan gue pada tegang semua akhirnya gue nunjuk tangan. HAHAHAH sumpah gara-gara abis lari pede gue udah kemana-mana woy, udah lupa kalo gue tuh mau UJIAN--IYA MAU SBMPTN. Dengan berbekal BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM gue mulai ujian SBMPTN TKPA dengan perut keroncongan. Sungguh memalukan, gue beneran ngeri orang yang ada di depan gue denger suara perut gue. Beneran ini gue gak lebay, beneran bunyi kruukk kruuukk gitu perut gue. Gue gatau mesti apa, gue ketawa-ketawa aja pas ngerjain.. beneran udah gatau lah kayak orang gila gue. Asik banget ngerjain soal dan alhamdulillah gue beneran ngerjain diluar kebiasaan jelek gue pas try out! gue lancar pas ngerjain TKPA walau gak banyak, tapi gue rasa cukup dan gue pede itu bener semua.. apalagi bahasa, gue beneran seneng banget bisa jawab banyak dan waktunya cukup banget. Namun bukan adin kalo gak bikin masalah.. MATDAS INI LOH NDUK pas liat soalnya gue langsung.. siiiiiingggg..... hening sejenak sambil mikir otak, woy ini soal macam apa.... gue udah belajar dua hari dua malem kenapa sekarang lupanya???? gue beneran ngomong sendiri sambil ketawa pas ngerjain matdas yang tinggal 5 menit lagi itu lembar test mesti dikumpulin. Wah emang gue udah gila.. gue kerjain aja satu soal matdas yang terlihat bisa gue kerjain, dan bener ada jawabannya. Tapi... pas liat pilihannya loh kok ini hasilnya angka yang bulet cuma satu, sisanya pecahan semua? wah gila sih gue antara bingung gausah jawab atau jawab aja bodo amat. Gue gapunya pilihan lain, itu kondisi udah 5 menit terakhir ujian, gue buletin aja pilihan gue. Terus gue mikir, kalo cuma satu gimana ya? ah ngasal deh satu lagi. Yeay alhasil gue dapet dua soal matdas. Meskipun yang satunya ngasal, pure ngasal. hahahaha parah gokil abis! Kemudian istirahat pun tiba. Semua orang pada ngomongin soal, gue nutup kuping turun kebawah dan ke masjid. Ntahlah apapun hasilnya gue udah pasrah sama Allah. Kondisi itu gue udah selesai sholat dan akhirnya gue ketemu temen smp gue, NYDIA! seneng banget woi akhirnya ada orang yang bisa gue ajak ngomong. Gak lama setelah itu ada temen sma gue lagi, puspa! wah alhamdulillah karena ketemu dia, gue bisa ikut dia jajan ke kantin, dan dijajanin dia. Lumayan banget gue bisa minum buavita dan sate sosis gitu. Setidaknya siang itu gue gak lagi keroncongan. Lanjut lah ke ruangan ngerjain soshum. Lagi-lagi gue jadi yang jadi saksi pembuka naskah soal. Soshumnya lumayan... gampang saat gue mengisi lembar pertama pelajaran sejarah. tapi terus ngisi kebelakang eh lama-lama susah. Pokoknya tekad gue cuma ngisi 30 soal soshum, dan bener 25 soal. Alhamdulillah sosiologi ngebantu banget, gue bisa ngerjain 12 soal dan sepertinya bener semua. Total soal yang gue kerjain 33 soal, dan yang paling sedikit gue kerjain adalah soal ekonomi karena gue gak jago dan gak mau sok tau juga, jadi gue menghindari ngasal. Selama ngerjain soal dari awal pas tkpa sampe soshum, gue terus mikir.. gue gak boleh jawab soal sedikit! gue gak mau ngecewain orang-orang yang percaya sama gue! gue yakin gue pasti bisa! bismillah! itu aja terus yang muter di otak gue dengan segala santai-santai laper. Saking santainya dan seru pas ngerjain soal, gue tuh selonjoran kaki, betulin tempat duduk mulu, pokoknya gak bisa diem. Akhirnya bel pun berbunyi, tanda soal dan lembar jawaban harus dikumpulkan. Alhamdulillah gue berusaha untuk amnesia kepada semua soal yang telah gue kerjakan. Prinsip gue: gak akan bahas soal sampe gue bener-bener keterima di PTN. Inilah akhirnya, gue udah memberikan performa terbaik gue, sisanya biarlah Allah yang mengatur semuanya. Pasrah aja sama ketetapan Allah. Gue percaya Allah gapernah membebankan umatnya kok.
MOJANG SUMEDANG ALIAS JATINANGOR
Hari yang amat sangat menegangkan, tanggal 13 juni 2017 pengumuman SBMPTN akhirnya di umumkan. Dengan segala macam dag-dig-dug gue sudah menggila dari pagi. Namun, ntah pas tepat jam dua siang gue menjadi lebih tenang dan ketawa-ketiwi, pasrah sama keputusan Allah. Ya mau gimana lagi? gue udah berusaha, gue udah belajar, dan udah tawakkal, apalagi yang mesti dikhawatirkan? Pukul dua siang gue masih senyum-senyum di depan ibu dan ayah gue saat kami mengobrol di meja makan. Tak jarang mereka mengingatkan "Din, buka pengumumannya" Tapi itulah gue yang mending-tenang dulu-daripada stress jadi gue "Santai aja bu.. kalo rejeki mah pasti gak kemana" Dengan perilaku yang begitu orang tua gue gemes dong??? sampe keluarga besar juga udah nanyain hasil gue gimana. Baiklah... gue mengalah sekitar pukul dua lebih tiga puluh menit, gue buka salah satu website yang bisa liat hasil sbmptn. Eits ternyata lemot kawan-kawan... oke gue coba lagi pake dua website alamat universitas lain. Lemot gitu kan... yaudah sabarin... EEEH TIBA-TIBA CEPET! Saat itu orang tua gue duduk bersebrangan sama gue di meja makan (Abang gue di kuliah semarang jadi gak ada) dan gue ngeliat pengumuman sbmptn itu SENDIRIAN. Ohiya, untuk memperjelas, saat sbmptn gue milih cuma satu universitas yaitu HANYA unpad, dengan prodi :
- Manajemen Komunikasi (FIKOM)
- Jurnalistik (FIKOM)
- Sastra Prancis
Gue pengen banget dapet pilihan satu karena... menurut gue itu masih relate sama cita-cita gue yang mau jadi pengusaha sekaligus desainer. Kalo pilihan kedua itu agak mengerikan soalnya jadi wartawan dunianya keras banget! mesti tahan banting. Si pilihan ketiga yakni sasper itu 'hanya' hobi semata.. gue suka bahasa prancis karena bahasanya menarik banget buat dipelajarin dan bakal epic banget kalo gue bisa nerusin belajar ke prancis. Oke balik lagi ke loading laman sbmptn yang makin cepet... tiba-tiba warnanya terang, gak ada warna merah dan di bawah nama, nomer peserta dan tanggal lahir gue tertulis "Selamat Anda dinyatakan lulus seleksi SBMPTN 2017" kemudian tulisan di bawahnya... "JURNALISTIK - UNIVERSITAS PADJAJARAN" WAAAAAA gue langsung meluk ipad, nangis kejer kayak anak kecil abis diambil mainan nya--bener-bener seneng banget saat itu gue bingung mau bilang ke ortu gimana karena lagi sesek banget nangisnya, jadilah gue bilang "AAAAAAH JURNALISTIK" sambil nangis kejer banget. Awalnya orang tua gue ngira pas gue nangis meluk ipad itu, gue nangis karena gak dapet dan mereka panik gue kenapa. Setelah gue teriak "adin masuk jurnal bu.. yah" sambil nangis, mereka langsung bilang "Alhamdulillah..." sambil meluk gue.
Bener-bener gak ada yang lebih indah selain ngebanggain orang tua...
Pesan Moral:
Untuk Teman-teman 2018 yang ingin berjuang mendapatkan PTN, jangan ragu dan jangan pernah putus asa dalam belajar, serta jangan pernah sekalipun berhenti berdoa. Perjuangan dan doa itu hal yang mempunyai koneksi erat dan patut untuk dicoba. Jangan pernah bilang "Gak bisa" atau memilih sesuatu yang aman-aman saja. Tolong percaya kan semua pada Allah saat kalian sudah berusaha dengan semaksimal mungkin walaupun menurut kalian itu impossible. Jangan pernah membatasi diri, mulailah bermimpi setinggi-tingginya. Gausah peduliin orang yang ngomong kalo kalian gak bisa atau gak mungkin dapetin hal itu. Selagi kita berusaha dan tawakkal sama Allah, apasih yang enggak Allah kasih untuk hambanya? Dunia hanya sementara, Allah maha melihat apa yang hambanya kerjakan. Kalian harus percaya diri saat ujian, pokoknya itu wajib! Dan kunci utamanya doa sebelum ujian, pokoknya jangan pikir kalian itu ujian sendiri, libatkan lah Allah pada setiap hal kecil, termasuk saat ujian SBMPTN. Setiap ada soal yang gak bisa, jangan diem aja! Doa, ya Allah ini apa ya jawabannya.. aku lupa, atau ucap "bismillah" sebelum membulatkan jawaban kertas kita di LJK atau di CBT. Insyaallah berkah, gak ada yang gak mungkin di dunia ini. Toh ini cuma dunia kan? Berhasil dan Gagalnya seseorang juga Allah yang menentukan. Berbaik sangkalah kepada Allah... Allah tidak mungkin ingin membebankan hambanya. Bagi orang-orang yang berhasil melaksanakan ujian, akan di uji kesabarannya di tahap selanjutnya dan bagi orang-orang yang gagal akan di uji kesabarannya pula apakah mereka sabar dalam menghadapinya? jika iya, Allah akan menaikkan derajat seseorang itu. Mulailah melihat hal-hal baik yang tak dapat dilihat oleh mata, namun dapat dirasakan oleh hati. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.
Semangat teman-teman seperjuangan SBMPTN di mana pun kalian berada! Doaku selalu menyertai kalian. Bagi yang ingin lulus SBMPTN DI PTN FAVORIT, pesan dariku cuma satu: BISA KARENA TERBIASA. Mungkin terdengar "Ah gue juga tau." Tapi serius nih, gak ada sesuatu yang instan di dunia ini, semuanya berproses. Nikmatilah proses demi proses saat kalian belajar. Kerjakan soal latihan setiap hari tanpa rasa bosan. Kalo kalian udah bisa ngerjain soal susah sekalipun, insyaallah SBMPTN bisa kalian atasi kok! Optimis saat mengerjakan soal juga harus di junjung tinggi. Sekedar pengalaman, saat gue sbmptn yang muter-muter diotak gue saat lagi ngerjain adalah "gue gaboleh ngerjain sedikit... gue harus ngerjain banyak dan bener banyak. Inget ayah ibu" dan bismillah setiap satu soal yang gue kerjakan. Gue memang bukan anak yang pintar- bisa dibilang rajin tapi itupun gue juga lebih banyak malesnya karena hal-hal diatas yang udah gue tulis. Semua orang gak ada yang sempurna.. jangan pernah menganggap dirimu rendah atau menjadikan kalian pesimis akan sesuatu. Allah pasti punya rencana yang lebih baik untuk hamba-hambanya yang sabar dan tawakkal.
Terima kasih untuk semua yang sudah baca tulisan gue ini! It took more than a month to write this post. Kalo kalian punya cerita, curhatan, atau pesan, ataupun mau nanya-nanya ke gue, silakan atuh hit me up on social media yang udah aku pajang linknya di blog ini.
Semangat kawan-kawan! di mana pun kalian berada,
dalam kondisi apapun kalian saat ini jangan pernah berhenti berdoa.
Allah tahu siapa saja yang berusaha.
Fighting!
Aku, kamu, kita,
Salam satu unpad!
Adinda Shafira.
Kamis, 01 Juni 2017
Aku, kamu dan blog ini.
Awal mula aku start blog ini, sekitar tahun 2013, tepatnya saat aku duduk di bangku kelas dua SMP. Menulis blog, menurutku sendiri bukanlah hal yang kumau saat itu, namun aku pikir jika kalian ingin jadi orang sukses, kalian harus terus menulis, mencatat segala kejadian kecil maupun besar dalam hidupmu, dan itulah aku. Aku adalah seorang remaja perempuan biasa yang hari-harinya dipenuhi canda tawa dengan sedikit bumbu-bumbu sarkasme ala diriku yang kukira semua orang tahu sifatku yang satu itu.
Sebelum aku membuat blog ini, aku lebih lama mengelola tumblr. tumblr adalah sebuah website yang lebih mudah untuk dikelola dan bersosialisasi dengan masyarakat dalam maupun luar negeri dan tema blognya pun tak ada batasnya. Aku merasa nyaman sekali mengelola tumblrku sejak 2010, dimulai saat aku yang hanya seorang anak kelas 5 SD, mungkin bahasa inggrisku saja masih kacau balau, tapi dengan pedenya sudah berani berteman dengan orang-orang luar negeri di tumblr. Awal mulanya, aku hanya memiliki beberapa follower, yang bahkan bisa ku hitung pakai jari. Namun, seiring berkembangnya zaman dan trend yang berkembang disekitarku, aku terus mengganti blogku menjadi sesuatu yang aku suka dan orang lain juga suka. Saat itu, aku tertarik dengan bidang fotografi. Kalau bisa dibilang, aku cukup gila dan terlalu antusias dengan fotografi walau aku tak mempunyai kamera DSLR yang sudah menjadi basic seseorang untuk menjadi seorang fotografer. Kala itu, perkembangan telefon genggam juga belum se-canggih sekarang. Dulu, seingatku handphone yang ada masih merek-merek nokia dan sony ericsson. Belum banyak orang yang mengenal Iphone dan Blackberry. Makanya, aku bersyukur saat tahu temanku memiliki kamera DSLR. Tak segan-segan aku mengajaknya hunting foto agar aku bisa memakai kameranya. Aku suka diriku yang bersosialisasi dengan orang yang belum ku kenal, bahkan jika orangnya ada dibelahan dunia yang jauh sekalipun, itu lebih baik karena mereka pasti adalah orang baik. Dari tumblr lah aku belajar Bahasa Inggris, yang kemudian aku kembangkan dengan mengikuti serangkaian les melalui telefon dan berbicara dengan Bahasa Inggris sama tutor les ku yang biasanya acak mengangkat telefonnya. Saat aku duduk di kelas 7 pun, aku masih mengelola tumblrku. Saat itu followers tumblrku sudah mencapai 5000 followers, dengan tema blog photography. Aku fokus dalam mengelola blogku, seperti tak ada hari esok. Dengan asiknya, aku seketika bisa melupakan hal-hal yang membuat diriku pusing, seperti halnya aku memikirkan sekolahku di SMP itu. Kalau ditanya aku suka dengan SMP itu, aku kira sih engga, soalnya jika kamu tau SMP mana tempat aku belajar itu kamu juga akan berpendapat sama denganku. Tapi aku juga tidak ingin mengecewakan diriku, kemudian aku belajar dengan santai dan memiliki kepercayaan bahwa jika aku bisa meraih ranking satu disana, Aku segera pindah sekolah. Hal-hal yang ku harapkan terjadi: aku mendapat ranking satu. Lalu, dengan kebaikan Allah dan orang tuaku, Aku dipindahkan ke sekolah yang ada di jakarta. Mengacu kepada kakakku yang telah dulu dipindahkan oleh orang tuaku, maka aku juga dipindahkan ke sekolah itu. Saat itu aku adalah anak yang lebih update mengenai perkembangan tren internet dibanding perkembangan buku-buku dan novel yang ada. Internet telah mengubahku menjadi sesuatu yang membuatku terpaku dan tergantung. Ditambah lagi, dengan adanya tumblr ini membuat aku dapat bergaul dengan mudah dengan teman-teman baruku disana. Kukira hanya aku yang mempunyai tumblr, ternyata beberapa dari teman baruku juga memiliki tumblr. Aku tidak kesulitan mendapat teman disana, karena aku pindah kesana saat masih kelas 7 semester dua, masa-masa orang masih bersosialisasi dengan teman yang baru jadi aku merasa nyaman-nyaman saja.
Pada tahun 2013, aku masih aktif bermain tumblr sebelum akhirnya memutuskan untuk menulis di blogger. Aku mendapat teman di tumblr, tidak hanya satu, mungkin ada sepuluh. Mereka tidak hanya berasal dari Indonesia, tetapi dari manca negara! Sebuah kebanggaan tersendiri untuk aku yang masih duduk dikelas dua SMP. Saat teman-teman yang lain hanya fokus bersosialisasi dengan orang-orang terdekatnya, aku sudah mempunyai teman dari Malaysia, Singapur, Filipina, Australia, Jepang dan lainnya. Aku juga mendapat dua teman terbaikku yang sampai saat ini kami masih menjaga hubungan pertemanan kami walaupun jarak memisahkan tetapi dengan adanya teknologi mengirim pesan yang super cepat, jarak bukanlah penghalang bagi kami.
Pertama, Ku perkenalkan temanku yang umurnya setahun lebih tua dariku, Marsha. Dia adalah tipe orang yang bersahabat, kupikir semua orang mudah bergaul dengannya jika orang itu mau. Dia adalah seorang kakak kelas namun lebih cenderung menjadi pendengar yang baik bagiku. Dia pun memiliki karakter yang sama denganku, sarkasme dalam melontarkan pendapat masing-masing dan yang lebih kusukai dari sifatnya dia tak masalah jika aku menganggapnya sebagai orang yang umurnya sama denganku, jadi aku gak perlu manggil dia dengan sebutan kakak dan itu membuatku nyaman berteman dengannya. Hingga saat ini, aku senang mendiskusikan berbagai hal dengannya. Dia adalah kakak yang bukan kakakku tapi dia lebih mendengarkan aku dibanding kakakku sendiri. Dia memberiku tips dan dukungan saat aku membicarakan tentang dunia kuliah. Sebagai mahasiswi semester dua jurusan ilmu komputer, Marsha seperti memberikan aku harapan dan pesan agar aku tidak putus asa dengan diriku. Marsha pernah mengalami hal yang sama dengan diriku, malah lebih parahnya ia sampai ditolak berkali-kali oleh universitas yang ia tuju, namun itu tidak membuat ia menyerah, ia terus mengejar apa yang ia mau sampai akhirnya ia menjadi seperti sekarang. Untuk menjadi seorang yang tangguh kita memang perlu ditolak berkali-kali agar kita ingat siapa pencipta kita, begitu kataku dalam hati ketika aku ditolak dua universitas sebulan yang lalu. Maka, kupikir semua elemen sosialisasi itu penting dan gak melulu dengan yang ada dilingkungan kita. Dengan seluruh teknologi canggih yang kita miliki, kita dapat menggunakan hal itu dengan baik, sebaik aku saat aku mendapatkan temanku dari belahan benua yang lain, namanya Runni. Ia adalah anak indonesia yang tinggal di Australia karena mengikuti pekerjaan Ayahnya ditempatkan dan kemudian belajar disana. Saat itu, kami berbagi apapun yang bisa kami diskusikan bersama. Tentang dirinya yang tinggal berpindah-pindah tempat, Indonesia-Australia, kemudian seiring berjalannya waktu, dia pindah lagi ke Hongkong. Sedih, katanya. Ketika ia sudah mempunyai teman yang banyak di Australia tetapi harus meninggalkannya lagi demi mengikuti pemindahan pekerjaan Ayahnya. Sampai akhirnya tahun lalu ia pindah kembali ke Indonesia, tepatnya ke Kota Bandung. Di sana, sebagai anak kelahiran 1998 sudah seharusnya ia mengikuti ujian nasional maupun ujian masuk perguruan tinggi, tapi karena perbedaan kurikulum yang ada antara Hongkong dengan Indonesia. Di Bandung, ia harus mengulang menjadi anak kelas dua belas lagi: menjadi sama denganku. Aku mungkin bukan anak yang maha tahu segala hal, tetapi jika urusan pertemanan, aku cukup setia, bahkan jika lima tahun dari sekarang dan kita bertemu disuatu tempat, aku tetap mengenali temanku. Dia menanyakan banyak hal bagaimana cara mendapatkan teman di Indonesia, mengingat dia menghabiskan waktu yang lama di luar negeri, rasanya memang manis dan asam saat kembali ke tanah air karena kultur yang berbeda ia harus beradaptasi dengan lingkungan barunya. Maka sebagai teman yang baik, aku teringat jika disana aku juga memiliki teman yang satu sekolah dengan Runni dan kemudia aku membuat mereka kenal satu sama lain, dan seterusnya adalah urusan runni, tapi yang aku tahu, ia berhasil memiliki teman yang banyak seiring berjalannya waktu, dan aku senang sekali mendengarnya. Sebelumnya, memang terlihat bahwa dunia maya itu tempat yang di mana kita harus waspada dengan apa saja yang ada di sana. Namun, jangan batasi dirimu dengan hal itu karena setiap orang memiliki kontrol dirinya masing-masing untuk menjaga dirinya dari ancaman. Aku pernah bertemu temanku marsha ketika aku mengunjungi ITB pada 2015 lalu, ingin kusapa, tapi urung melihat kondisinya ia sedang bersama teman-temannya, namun setidaknya temanku itu ada di dunia nyata. Kemudia aku bertemu Runni sudah dua kali dan tepatnya memang dua tahun sekali: 2013 dan 2015. Sebelum kami bertemu juga kami sudah sempat video call melalui skype, aku memperkenankan dirinya menjadi guide home tour nya kala itu. Aku sangat senang berteman dengannya, karena aku lebih suka dengan pertemanan yang seperti ini. Kami tidak berkomunikasi setidap waktu tetapi jika kamu meneleponku dua tahun lagi dan mengajakku ngopi ataupun jalan, aku ada. Aku tipe orang yang seperti itu bukan seperti orang-orang yang selalu nempel dengan sahabatnya karena jujur saja untuk melakukan hal itu sulit karena aku orangnya introvert.
Setelah berbagai hal manis yang kulalui di tumblr, menurut kalian apakah hanya itu? tentu saja tidak. Cacian dan makian pun di dunia maya tak pernah lepas, tak melihat siapa dirimu. Ada saja orang yang membuatmu jatuh, merusak harimu, mengatakan hal-hal buruk tantang blogmu dan sebagainya. Tetapi menanggapi hal itu, aku tenang saja karena orang yang memakiku saja adalah anonymous, dia tak memberitahu siapa dirinya dan bagiku itu adalah tindakan pengecut. Jika tak suka pada blogku ataupun sikapku, cobalah utarakan pendapat melalui dirimu atau paling tidak aku tahu dengan siapa aku berbicara. Jika hanya bisa memaki dibalik selimut, ah aku juga bisa. Jelas, aku bisa mengabaikannya. Hal-hal seperti itu ku terapkan pada hidupku dan inilah aku. Aku lebih suka berbicara dengan orang yang jelas mau bicara denganku, dibanding orang yang membuat rumor atau berbicara buruk tentangku tetapi didepanku malah jadi malaikat. Inilah aku yang jika sudah tidak suka dengan seseorang, pasti ku tunjukkan dan jika aku memiliki kesalahan, pasti aku meminta maaf duluan. Hal itu selalu menjadi prinsipku hingga sekarang: Jika ada yang menyakitiku, bersikap diam dan maafkan. Kenapa bukan langsung maafkan? karena kalian tau sendiri memaafkan seseorang itu gak mudah setelah semua luka yang mereka torehkan. Tetapi memaafkan adalah hal yang terpenting yang harus kita kembangkan. Tidak semua orang memiliki hati yang besar yang dapat memaafkan orang lain atau tidak semua orang memiliki keberanian untuk meminta maaf. Kira-kira itulah diriku yang telah aku bentuk menjadi Adinda yang sekarang.
Setelah segala pengalaman yang telah ku dapatkan saat mengelola blogku di tumblr, aku mendapat pelajaran berharga yang tak ada satu manusia pun yang dapat mengajariku, bukan ayah mapun ibu. Untuk itu, aku ingin mengelola skill ku yang masih lemah ini untuk menulis dan kemudian blog ini aku ciptakan. Lahirnya blog ini membuat diriku ada, membuat diriku gak kesepian seperti hari-hari yang kulalui sebelumnya. Di blog ini aku bisa menceritakan bebas apa saja yang terjadi dalam hidupku, tanpa peduli siapa yang akan baca, karena aku yakin gak ada yang mau baca blogku juga. Saat itu aku masih berumur tiga belas tahun. Aku mencari jati diriku dan mencari apa hal yang aku sukai. Aku bagai mencoba segala hal. Makanya, jangan kaget ketika kalian melihat postku di blog ini bada tahun-tahun yang lalu, dimana aku masih menjadi bocah yang taunya hanya mengeluarkan perasaanku melalui tulisan bagai dunia internet hanya aku yang lihat. Pernyataan sepihakku mengenai hal-hal yang ku lihat hanya dengan cara pandangku sendiri kemudian membuatku muak saat ini. Lagi pula sekarang aku telah tersadar bahwa apa tanggapanku mengenai sesuatu yang aku gak mengetahui secara mendalam itu, gak seharusnya aku tulis dalam mediaku. Aku sadar, banyak hal yang harus kita pertimbangkan sebelum menulis. Kepada siapa kita menujukan tuliskan kita dan siapa saja yang kira-kira akan membaca konten kita. Aku juga tidak ingin dipandang menjadi orang yang melulu peduli soal cinta. Ya jika kalian ingin tahu, semua yang aku beberkan diatas adalah kehidupanku, Aku yang selama ini mencari minat dan bakatku kemanapun dan dimanapun jika bisa. Hal-hal yang menyangkut percintaan kemudian terjadi dengan sendirinya dan hal itu patut aku sesali dan patut aku ambil hikmahnya. Karena jika kalian tak mengontrol diri kalian dan terus mencintai seseorang, tanpa kalian sadari kalian dapat dikuasai dengan energi cinta tersebut dan menjadikan dirimu hilang melebur menjadi bagian dari dirinya. Itu sama sekali bertentangan dengan prinsipku yang ingin mencari jati diriku selama ini. Tetapi tidak semua hal buruk itu buruk. Jika kalian menelaah lebih lanjut tentang apa-apa yang terjadi dalam kehidupanmu, gak semua hal baik itu baik dan gak semua hal buruk itu buruk. Aku mengambil tengahnya, bahwa biarkan saja yang baik itu menjadi baik untuk diriku dan yang buruk bisa ku jadikan menjadi sesuatu yang baik, patah hati misalnya. Baiklah, semua orang pasti pernah patah hati, entah dengan kekasih, entah dengan sahabat sendiri. Aku bisa saja dengan path hatiku yang kacau itu, menghancurkan diriku bahkan orang lain yang membuatku hancur. Bisa saja aku membenci orang yang meninggalkanku sampai mati. Namun aku bukanlah orang yang seperti itu..
Aku selalu berpikir "there's good in everything," Aku menyulap rasa patah hatiku untuk menulis, menciptakan puisi, sajak, bahkan menulis karya sastra yang akhirnya mendapatkan nilai yang bagus dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Tak hanya menulis, aku pun menuangkan perasaanku di jurnalku, yakni selembar kertas putih yang ada di buku jurnal untuk menorehkan hal-hal yang tak hanya dapat dinikmati oleh kata, tetapi visual juga. Maka inilah aku, terbentuk dari pribadi yang tangguh namun rapuh jua dalam diri, tetapi selalu berusaha untuk membuat sesuatu menjadi indah walau hanya sekedar goresan cat air yang tak bermakna bagi orang lain namun, bermakna seribu bahasa untukku.
pada tahun 2013 setelah aku membuat blog ini, seseorang datang dalam hidupku, dan itulah dia. Dia mengambil separuh keinginanku untuk tetap menulis karena ada dia, jadi dia adalah diary berjalanku. Bisa dibilang dia lebih dari blog ini, mempunyai makna yang dapat membuatku tidak sendirian lagi. Tapi itulah dia, yang membuatku melupakan makna diriku sendiri. Aku memang masih terus bermain tumblr dan mengelola blogku ini kala itu, namun sudah tak fokus dan mulai ngalor ngidul tak karuan. Tetapi seperti yang sudah ku jelaskan itulah dia, membuat setiap rasa sakit hati dapat ku ubah menjadi sesuatu yang indah. Dan aku mendapati diriku lebih cinta terhadap kesendirian dan terinspirasi oleh sakit hatiku. Terserah orang mau berkata apa, tetapi yang jelas aku lebih sayang dengan sakit hatiku ini karena melalui hal-hal yang tak terduga, sakit hati bisa membantuku membuat hal-hal yang tak terduga juga. Aku kemudian menulis apapun yang ku rasa baik maupun buruknya, hanya aku yang tahu. Kalian tak usah mengkritik ku, karena aku lebih tau apa yang aku lakukan. Cinta itu rumit. Tapi aku suka yang rumit-rumit. Karya sastra maksudnya hehe. udah ah jangan bahas cinta! pusing euy.
Ohiya, aku juga mempunyai keahlian memikirkan hal-hal unik, yang orang lain pun tak kepikiran. Saat aku membuat blog ini, aku berpikir akan ku namai apa blog ini. Sampai namanya I tell you secret. Blog ini aku suka, dari namanya, dari tagline nya "Little notes from Adinda" pun aku suka. Sebelumnya aku juga sempat memberi nama yang unik-unik untuk tumblrku, pernah namanya littleprincessphotography, toscalatte, oldcardigan, badstarsh, dan masih banyak lagi.
Aku pun terus berubah seiring perkembangan zaman dan kehidupanku yang terus berubah dari waktu ke waktu. Aku telah duduk di bangku SMA. Siapa yang bisa menyangka bahwa hal-hal kecil yang kita rasakan dapat berdampak besar bagi hidupmu kelak? gak ada yang tahu. Semuanya serasa misteri yang kemudian menjadi bom atom di masa depan. Masa SMA telah merubahku lebih dari apapun yang pernah ku bayangkan. Sudahlah, kini aku sudah lulus. Rasanya gak minat ngomongin masa SMA, karena menurutku terlalu banyak pelajaran moral tentang pertemanan, kehidupan dan bagaimana aku hidup dalam menyikapi masalah dalam hidupku dan gak semuanya bisa aku tangani. Aku juga remaja yang mencoba banyak hal sebelum aku tahu siapa diriku dan karena banyaknya masalah yang aku buat, aku seperti sudah tidak ingin membangkitkan memoriku mengenai hal-hal yang menghancurkan hatiku. Hal-hal itu membuatku tidak percaya diri, menyendiri, mengasingkan diri dari lingkunganku, dan yang lainnya. Kalian gak perlu tau, karena ku rasa banyak yang terlibat perihal rasaku ini, namun aku lebih memilih untuk diam.
Aku terus melanjutkan perjalanan blogku, baik tumblr maupun blogger hingga saat ini. Pada tahun 2016, aku mengganti tema blog tumblrku menjadi studyblr. Sepertinya aku telah menjelaskan apa itu studyblr di post blog ini tetapi mungkin kalian lupa. Studyblr adalah komunitas pelajar seluruh dunia untuk berbagi pengetahuan, dan saling membantu dalam hal belajar. Belajar dibuat jadi asik dan tidak membosankan, juga, mereka memperkenalkan aku tentang Bullet Journal yang akhirnya metode itu sangat berhasil untuk membantuku mengelola hidupku hingga saat ini. Kami anggota komunitas studyblr selalu sharing tentang apapun yang ada sangkut-pautnya dengan belajar, baik fisik maupun mental. Kami juga saling support tentang apapun yang dapat membangkitkan semangat belajar. Tak hanya itu, aku sebagai orang yang sangat suka pergi ke toko alat tulis, sangat bahagia ketika menemukan orang-orang yang kesukaannya sama denganku. Alat tulis bagiki bukan hanya sekedar alat yang membantuku untuk belajar, melainkan adalah sesuatu yang mendukungku untuk meraih impianku. Di studyblr lah aku tahu merek-merek pulpen ternama yang sangat lucu, seperti MUJI. Oh ya, perkara teman, di kehidupan tumblrku yang baru ini, aku juga mendapatkan teman baru! Rasanya senang sekali mendapat teman dari belahan bumi yang bahkan aku tidak pernah mengunjungi negara tersebut. Dia adalah temanku, Namanya Samira. Kami kenal di studyblr saat ia mengetahui bahwa aku juga suka salah satu boyband yang saat itu sedang booming. Kami akrab dengan cepat. Ia sendiri adalah seorang perempuan yang tinggal di Jerman bersama orang tuanya yang berbeda agama, Islam dan Kristen. Ia asalnya dari Slovakia, tetapi karena mengikuti orang tuanya, ia bersekolah di Jerman. Ini kali pertama aku mempunyai sahabat yang benar-benar dekat denganku dan ia pun sangat bahagia mengenalku. "I really want to go to Indonesia!" katanya, saat berkomunikasi denganku lewat line. Kami menjadi sepasang sahabat yang berkomunikasi saja harus pake Bahasa Inggris dan perbedaan waktu Indonesia dengan Jerman yang terpaut cukup jauh, jadi aku harus menunggu tengah malam untuk berkomunikasi dengannya, atau sore hari. Itulah ceritaku dan Samira. Sepasang sahabat yang saling mendukung studinya di negara masing-masing dan mengharapkan keajaiban untuk bertemu satu sama lain di kemudian hari, ntah di belahan bumi mana kita akan bertemu.
Pada 2017 ini, Aku mengoreksi diriku dan mulai menyadari apa saja yang harus aku ubah mengenai aku dan blogku. Di blog ini aku mulai sadar bahwa tidak semuanya harus aku utarakan (walaupun namanya I tell you secret, namun kau gak harus tau rahasiaku kan). Aku juga telah memilah konten mana yang harus aku bagi dan mana yang tidak. Makanya jika kalian telusuri blog ini sampai ke post-post yang lama, akan kau dapati post-post yang sudah aku hapus. Bukan karena aku anggap tulisanku jelek, melainkan aku yang belum bisa menulis itu hanya sok jadi penceramah yang bisa nulis. Ku kira sekarang bukan seberapa sering aku ngepost di blog ini, tetapi seberapa sering aku menulis. Tujuanku sekarang hanya satu, berlatih menulis agar kelak aku bisa menjadi penulis handal layaknya Ayah Pidi Baiq dan Tere Liye. Kalian mungkin tahu kalau aku sangat ingin menjadi seniman, bahkan sampai mati aku selalu ingin jadi seniman. Tetapi lagi-lagi aku mencoba melihat dari berbagai sudut pandang. Kesimpulanku, tidak harus menjadi seniman untuk menjadi diriku sendiri, Seni itu letaknya didalam hati karena hakikat seni berkaitan dengan rasa. Aku pun bisa jadi seni, tanpa harus belajar di jurusan seni. Maka sekarang aku memilih jalan yang lain, menjadi Jurnalis salah satunya. Tak pernah ku bayangkan jika benar nanti aku akan menggeluti bidang itu, tetapi apapun yang akan aku pelajari nanti sebagai jurusan kuliahku, tak dapat menghapus diriku atau menghilangkan jati diriku sebagai seorang seniman. Aku diwarisi dengan jiwa seniman dan tak ada seorang pun yang bisa menghapusnya. Aku adalah diriku ini yang selalu ada untuk orang-orang yang membutuhkan aku.
Untuk sekarang dan selamanya, blog ini akan menjadi saksi hidup diriku yang mulai melangkahkan hidup ke arah yang lebih baik.
Sebelum aku membuat blog ini, aku lebih lama mengelola tumblr. tumblr adalah sebuah website yang lebih mudah untuk dikelola dan bersosialisasi dengan masyarakat dalam maupun luar negeri dan tema blognya pun tak ada batasnya. Aku merasa nyaman sekali mengelola tumblrku sejak 2010, dimulai saat aku yang hanya seorang anak kelas 5 SD, mungkin bahasa inggrisku saja masih kacau balau, tapi dengan pedenya sudah berani berteman dengan orang-orang luar negeri di tumblr. Awal mulanya, aku hanya memiliki beberapa follower, yang bahkan bisa ku hitung pakai jari. Namun, seiring berkembangnya zaman dan trend yang berkembang disekitarku, aku terus mengganti blogku menjadi sesuatu yang aku suka dan orang lain juga suka. Saat itu, aku tertarik dengan bidang fotografi. Kalau bisa dibilang, aku cukup gila dan terlalu antusias dengan fotografi walau aku tak mempunyai kamera DSLR yang sudah menjadi basic seseorang untuk menjadi seorang fotografer. Kala itu, perkembangan telefon genggam juga belum se-canggih sekarang. Dulu, seingatku handphone yang ada masih merek-merek nokia dan sony ericsson. Belum banyak orang yang mengenal Iphone dan Blackberry. Makanya, aku bersyukur saat tahu temanku memiliki kamera DSLR. Tak segan-segan aku mengajaknya hunting foto agar aku bisa memakai kameranya. Aku suka diriku yang bersosialisasi dengan orang yang belum ku kenal, bahkan jika orangnya ada dibelahan dunia yang jauh sekalipun, itu lebih baik karena mereka pasti adalah orang baik. Dari tumblr lah aku belajar Bahasa Inggris, yang kemudian aku kembangkan dengan mengikuti serangkaian les melalui telefon dan berbicara dengan Bahasa Inggris sama tutor les ku yang biasanya acak mengangkat telefonnya. Saat aku duduk di kelas 7 pun, aku masih mengelola tumblrku. Saat itu followers tumblrku sudah mencapai 5000 followers, dengan tema blog photography. Aku fokus dalam mengelola blogku, seperti tak ada hari esok. Dengan asiknya, aku seketika bisa melupakan hal-hal yang membuat diriku pusing, seperti halnya aku memikirkan sekolahku di SMP itu. Kalau ditanya aku suka dengan SMP itu, aku kira sih engga, soalnya jika kamu tau SMP mana tempat aku belajar itu kamu juga akan berpendapat sama denganku. Tapi aku juga tidak ingin mengecewakan diriku, kemudian aku belajar dengan santai dan memiliki kepercayaan bahwa jika aku bisa meraih ranking satu disana, Aku segera pindah sekolah. Hal-hal yang ku harapkan terjadi: aku mendapat ranking satu. Lalu, dengan kebaikan Allah dan orang tuaku, Aku dipindahkan ke sekolah yang ada di jakarta. Mengacu kepada kakakku yang telah dulu dipindahkan oleh orang tuaku, maka aku juga dipindahkan ke sekolah itu. Saat itu aku adalah anak yang lebih update mengenai perkembangan tren internet dibanding perkembangan buku-buku dan novel yang ada. Internet telah mengubahku menjadi sesuatu yang membuatku terpaku dan tergantung. Ditambah lagi, dengan adanya tumblr ini membuat aku dapat bergaul dengan mudah dengan teman-teman baruku disana. Kukira hanya aku yang mempunyai tumblr, ternyata beberapa dari teman baruku juga memiliki tumblr. Aku tidak kesulitan mendapat teman disana, karena aku pindah kesana saat masih kelas 7 semester dua, masa-masa orang masih bersosialisasi dengan teman yang baru jadi aku merasa nyaman-nyaman saja.
Pada tahun 2013, aku masih aktif bermain tumblr sebelum akhirnya memutuskan untuk menulis di blogger. Aku mendapat teman di tumblr, tidak hanya satu, mungkin ada sepuluh. Mereka tidak hanya berasal dari Indonesia, tetapi dari manca negara! Sebuah kebanggaan tersendiri untuk aku yang masih duduk dikelas dua SMP. Saat teman-teman yang lain hanya fokus bersosialisasi dengan orang-orang terdekatnya, aku sudah mempunyai teman dari Malaysia, Singapur, Filipina, Australia, Jepang dan lainnya. Aku juga mendapat dua teman terbaikku yang sampai saat ini kami masih menjaga hubungan pertemanan kami walaupun jarak memisahkan tetapi dengan adanya teknologi mengirim pesan yang super cepat, jarak bukanlah penghalang bagi kami.
Pertama, Ku perkenalkan temanku yang umurnya setahun lebih tua dariku, Marsha. Dia adalah tipe orang yang bersahabat, kupikir semua orang mudah bergaul dengannya jika orang itu mau. Dia adalah seorang kakak kelas namun lebih cenderung menjadi pendengar yang baik bagiku. Dia pun memiliki karakter yang sama denganku, sarkasme dalam melontarkan pendapat masing-masing dan yang lebih kusukai dari sifatnya dia tak masalah jika aku menganggapnya sebagai orang yang umurnya sama denganku, jadi aku gak perlu manggil dia dengan sebutan kakak dan itu membuatku nyaman berteman dengannya. Hingga saat ini, aku senang mendiskusikan berbagai hal dengannya. Dia adalah kakak yang bukan kakakku tapi dia lebih mendengarkan aku dibanding kakakku sendiri. Dia memberiku tips dan dukungan saat aku membicarakan tentang dunia kuliah. Sebagai mahasiswi semester dua jurusan ilmu komputer, Marsha seperti memberikan aku harapan dan pesan agar aku tidak putus asa dengan diriku. Marsha pernah mengalami hal yang sama dengan diriku, malah lebih parahnya ia sampai ditolak berkali-kali oleh universitas yang ia tuju, namun itu tidak membuat ia menyerah, ia terus mengejar apa yang ia mau sampai akhirnya ia menjadi seperti sekarang. Untuk menjadi seorang yang tangguh kita memang perlu ditolak berkali-kali agar kita ingat siapa pencipta kita, begitu kataku dalam hati ketika aku ditolak dua universitas sebulan yang lalu. Maka, kupikir semua elemen sosialisasi itu penting dan gak melulu dengan yang ada dilingkungan kita. Dengan seluruh teknologi canggih yang kita miliki, kita dapat menggunakan hal itu dengan baik, sebaik aku saat aku mendapatkan temanku dari belahan benua yang lain, namanya Runni. Ia adalah anak indonesia yang tinggal di Australia karena mengikuti pekerjaan Ayahnya ditempatkan dan kemudian belajar disana. Saat itu, kami berbagi apapun yang bisa kami diskusikan bersama. Tentang dirinya yang tinggal berpindah-pindah tempat, Indonesia-Australia, kemudian seiring berjalannya waktu, dia pindah lagi ke Hongkong. Sedih, katanya. Ketika ia sudah mempunyai teman yang banyak di Australia tetapi harus meninggalkannya lagi demi mengikuti pemindahan pekerjaan Ayahnya. Sampai akhirnya tahun lalu ia pindah kembali ke Indonesia, tepatnya ke Kota Bandung. Di sana, sebagai anak kelahiran 1998 sudah seharusnya ia mengikuti ujian nasional maupun ujian masuk perguruan tinggi, tapi karena perbedaan kurikulum yang ada antara Hongkong dengan Indonesia. Di Bandung, ia harus mengulang menjadi anak kelas dua belas lagi: menjadi sama denganku. Aku mungkin bukan anak yang maha tahu segala hal, tetapi jika urusan pertemanan, aku cukup setia, bahkan jika lima tahun dari sekarang dan kita bertemu disuatu tempat, aku tetap mengenali temanku. Dia menanyakan banyak hal bagaimana cara mendapatkan teman di Indonesia, mengingat dia menghabiskan waktu yang lama di luar negeri, rasanya memang manis dan asam saat kembali ke tanah air karena kultur yang berbeda ia harus beradaptasi dengan lingkungan barunya. Maka sebagai teman yang baik, aku teringat jika disana aku juga memiliki teman yang satu sekolah dengan Runni dan kemudia aku membuat mereka kenal satu sama lain, dan seterusnya adalah urusan runni, tapi yang aku tahu, ia berhasil memiliki teman yang banyak seiring berjalannya waktu, dan aku senang sekali mendengarnya. Sebelumnya, memang terlihat bahwa dunia maya itu tempat yang di mana kita harus waspada dengan apa saja yang ada di sana. Namun, jangan batasi dirimu dengan hal itu karena setiap orang memiliki kontrol dirinya masing-masing untuk menjaga dirinya dari ancaman. Aku pernah bertemu temanku marsha ketika aku mengunjungi ITB pada 2015 lalu, ingin kusapa, tapi urung melihat kondisinya ia sedang bersama teman-temannya, namun setidaknya temanku itu ada di dunia nyata. Kemudia aku bertemu Runni sudah dua kali dan tepatnya memang dua tahun sekali: 2013 dan 2015. Sebelum kami bertemu juga kami sudah sempat video call melalui skype, aku memperkenankan dirinya menjadi guide home tour nya kala itu. Aku sangat senang berteman dengannya, karena aku lebih suka dengan pertemanan yang seperti ini. Kami tidak berkomunikasi setidap waktu tetapi jika kamu meneleponku dua tahun lagi dan mengajakku ngopi ataupun jalan, aku ada. Aku tipe orang yang seperti itu bukan seperti orang-orang yang selalu nempel dengan sahabatnya karena jujur saja untuk melakukan hal itu sulit karena aku orangnya introvert.
Setelah berbagai hal manis yang kulalui di tumblr, menurut kalian apakah hanya itu? tentu saja tidak. Cacian dan makian pun di dunia maya tak pernah lepas, tak melihat siapa dirimu. Ada saja orang yang membuatmu jatuh, merusak harimu, mengatakan hal-hal buruk tantang blogmu dan sebagainya. Tetapi menanggapi hal itu, aku tenang saja karena orang yang memakiku saja adalah anonymous, dia tak memberitahu siapa dirinya dan bagiku itu adalah tindakan pengecut. Jika tak suka pada blogku ataupun sikapku, cobalah utarakan pendapat melalui dirimu atau paling tidak aku tahu dengan siapa aku berbicara. Jika hanya bisa memaki dibalik selimut, ah aku juga bisa. Jelas, aku bisa mengabaikannya. Hal-hal seperti itu ku terapkan pada hidupku dan inilah aku. Aku lebih suka berbicara dengan orang yang jelas mau bicara denganku, dibanding orang yang membuat rumor atau berbicara buruk tentangku tetapi didepanku malah jadi malaikat. Inilah aku yang jika sudah tidak suka dengan seseorang, pasti ku tunjukkan dan jika aku memiliki kesalahan, pasti aku meminta maaf duluan. Hal itu selalu menjadi prinsipku hingga sekarang: Jika ada yang menyakitiku, bersikap diam dan maafkan. Kenapa bukan langsung maafkan? karena kalian tau sendiri memaafkan seseorang itu gak mudah setelah semua luka yang mereka torehkan. Tetapi memaafkan adalah hal yang terpenting yang harus kita kembangkan. Tidak semua orang memiliki hati yang besar yang dapat memaafkan orang lain atau tidak semua orang memiliki keberanian untuk meminta maaf. Kira-kira itulah diriku yang telah aku bentuk menjadi Adinda yang sekarang.
Setelah segala pengalaman yang telah ku dapatkan saat mengelola blogku di tumblr, aku mendapat pelajaran berharga yang tak ada satu manusia pun yang dapat mengajariku, bukan ayah mapun ibu. Untuk itu, aku ingin mengelola skill ku yang masih lemah ini untuk menulis dan kemudian blog ini aku ciptakan. Lahirnya blog ini membuat diriku ada, membuat diriku gak kesepian seperti hari-hari yang kulalui sebelumnya. Di blog ini aku bisa menceritakan bebas apa saja yang terjadi dalam hidupku, tanpa peduli siapa yang akan baca, karena aku yakin gak ada yang mau baca blogku juga. Saat itu aku masih berumur tiga belas tahun. Aku mencari jati diriku dan mencari apa hal yang aku sukai. Aku bagai mencoba segala hal. Makanya, jangan kaget ketika kalian melihat postku di blog ini bada tahun-tahun yang lalu, dimana aku masih menjadi bocah yang taunya hanya mengeluarkan perasaanku melalui tulisan bagai dunia internet hanya aku yang lihat. Pernyataan sepihakku mengenai hal-hal yang ku lihat hanya dengan cara pandangku sendiri kemudian membuatku muak saat ini. Lagi pula sekarang aku telah tersadar bahwa apa tanggapanku mengenai sesuatu yang aku gak mengetahui secara mendalam itu, gak seharusnya aku tulis dalam mediaku. Aku sadar, banyak hal yang harus kita pertimbangkan sebelum menulis. Kepada siapa kita menujukan tuliskan kita dan siapa saja yang kira-kira akan membaca konten kita. Aku juga tidak ingin dipandang menjadi orang yang melulu peduli soal cinta. Ya jika kalian ingin tahu, semua yang aku beberkan diatas adalah kehidupanku, Aku yang selama ini mencari minat dan bakatku kemanapun dan dimanapun jika bisa. Hal-hal yang menyangkut percintaan kemudian terjadi dengan sendirinya dan hal itu patut aku sesali dan patut aku ambil hikmahnya. Karena jika kalian tak mengontrol diri kalian dan terus mencintai seseorang, tanpa kalian sadari kalian dapat dikuasai dengan energi cinta tersebut dan menjadikan dirimu hilang melebur menjadi bagian dari dirinya. Itu sama sekali bertentangan dengan prinsipku yang ingin mencari jati diriku selama ini. Tetapi tidak semua hal buruk itu buruk. Jika kalian menelaah lebih lanjut tentang apa-apa yang terjadi dalam kehidupanmu, gak semua hal baik itu baik dan gak semua hal buruk itu buruk. Aku mengambil tengahnya, bahwa biarkan saja yang baik itu menjadi baik untuk diriku dan yang buruk bisa ku jadikan menjadi sesuatu yang baik, patah hati misalnya. Baiklah, semua orang pasti pernah patah hati, entah dengan kekasih, entah dengan sahabat sendiri. Aku bisa saja dengan path hatiku yang kacau itu, menghancurkan diriku bahkan orang lain yang membuatku hancur. Bisa saja aku membenci orang yang meninggalkanku sampai mati. Namun aku bukanlah orang yang seperti itu..
Aku selalu berpikir "there's good in everything," Aku menyulap rasa patah hatiku untuk menulis, menciptakan puisi, sajak, bahkan menulis karya sastra yang akhirnya mendapatkan nilai yang bagus dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Tak hanya menulis, aku pun menuangkan perasaanku di jurnalku, yakni selembar kertas putih yang ada di buku jurnal untuk menorehkan hal-hal yang tak hanya dapat dinikmati oleh kata, tetapi visual juga. Maka inilah aku, terbentuk dari pribadi yang tangguh namun rapuh jua dalam diri, tetapi selalu berusaha untuk membuat sesuatu menjadi indah walau hanya sekedar goresan cat air yang tak bermakna bagi orang lain namun, bermakna seribu bahasa untukku.
pada tahun 2013 setelah aku membuat blog ini, seseorang datang dalam hidupku, dan itulah dia. Dia mengambil separuh keinginanku untuk tetap menulis karena ada dia, jadi dia adalah diary berjalanku. Bisa dibilang dia lebih dari blog ini, mempunyai makna yang dapat membuatku tidak sendirian lagi. Tapi itulah dia, yang membuatku melupakan makna diriku sendiri. Aku memang masih terus bermain tumblr dan mengelola blogku ini kala itu, namun sudah tak fokus dan mulai ngalor ngidul tak karuan. Tetapi seperti yang sudah ku jelaskan itulah dia, membuat setiap rasa sakit hati dapat ku ubah menjadi sesuatu yang indah. Dan aku mendapati diriku lebih cinta terhadap kesendirian dan terinspirasi oleh sakit hatiku. Terserah orang mau berkata apa, tetapi yang jelas aku lebih sayang dengan sakit hatiku ini karena melalui hal-hal yang tak terduga, sakit hati bisa membantuku membuat hal-hal yang tak terduga juga. Aku kemudian menulis apapun yang ku rasa baik maupun buruknya, hanya aku yang tahu. Kalian tak usah mengkritik ku, karena aku lebih tau apa yang aku lakukan. Cinta itu rumit. Tapi aku suka yang rumit-rumit. Karya sastra maksudnya hehe. udah ah jangan bahas cinta! pusing euy.
Ohiya, aku juga mempunyai keahlian memikirkan hal-hal unik, yang orang lain pun tak kepikiran. Saat aku membuat blog ini, aku berpikir akan ku namai apa blog ini. Sampai namanya I tell you secret. Blog ini aku suka, dari namanya, dari tagline nya "Little notes from Adinda" pun aku suka. Sebelumnya aku juga sempat memberi nama yang unik-unik untuk tumblrku, pernah namanya littleprincessphotography, toscalatte, oldcardigan, badstarsh, dan masih banyak lagi.
Aku pun terus berubah seiring perkembangan zaman dan kehidupanku yang terus berubah dari waktu ke waktu. Aku telah duduk di bangku SMA. Siapa yang bisa menyangka bahwa hal-hal kecil yang kita rasakan dapat berdampak besar bagi hidupmu kelak? gak ada yang tahu. Semuanya serasa misteri yang kemudian menjadi bom atom di masa depan. Masa SMA telah merubahku lebih dari apapun yang pernah ku bayangkan. Sudahlah, kini aku sudah lulus. Rasanya gak minat ngomongin masa SMA, karena menurutku terlalu banyak pelajaran moral tentang pertemanan, kehidupan dan bagaimana aku hidup dalam menyikapi masalah dalam hidupku dan gak semuanya bisa aku tangani. Aku juga remaja yang mencoba banyak hal sebelum aku tahu siapa diriku dan karena banyaknya masalah yang aku buat, aku seperti sudah tidak ingin membangkitkan memoriku mengenai hal-hal yang menghancurkan hatiku. Hal-hal itu membuatku tidak percaya diri, menyendiri, mengasingkan diri dari lingkunganku, dan yang lainnya. Kalian gak perlu tau, karena ku rasa banyak yang terlibat perihal rasaku ini, namun aku lebih memilih untuk diam.
Aku terus melanjutkan perjalanan blogku, baik tumblr maupun blogger hingga saat ini. Pada tahun 2016, aku mengganti tema blog tumblrku menjadi studyblr. Sepertinya aku telah menjelaskan apa itu studyblr di post blog ini tetapi mungkin kalian lupa. Studyblr adalah komunitas pelajar seluruh dunia untuk berbagi pengetahuan, dan saling membantu dalam hal belajar. Belajar dibuat jadi asik dan tidak membosankan, juga, mereka memperkenalkan aku tentang Bullet Journal yang akhirnya metode itu sangat berhasil untuk membantuku mengelola hidupku hingga saat ini. Kami anggota komunitas studyblr selalu sharing tentang apapun yang ada sangkut-pautnya dengan belajar, baik fisik maupun mental. Kami juga saling support tentang apapun yang dapat membangkitkan semangat belajar. Tak hanya itu, aku sebagai orang yang sangat suka pergi ke toko alat tulis, sangat bahagia ketika menemukan orang-orang yang kesukaannya sama denganku. Alat tulis bagiki bukan hanya sekedar alat yang membantuku untuk belajar, melainkan adalah sesuatu yang mendukungku untuk meraih impianku. Di studyblr lah aku tahu merek-merek pulpen ternama yang sangat lucu, seperti MUJI. Oh ya, perkara teman, di kehidupan tumblrku yang baru ini, aku juga mendapatkan teman baru! Rasanya senang sekali mendapat teman dari belahan bumi yang bahkan aku tidak pernah mengunjungi negara tersebut. Dia adalah temanku, Namanya Samira. Kami kenal di studyblr saat ia mengetahui bahwa aku juga suka salah satu boyband yang saat itu sedang booming. Kami akrab dengan cepat. Ia sendiri adalah seorang perempuan yang tinggal di Jerman bersama orang tuanya yang berbeda agama, Islam dan Kristen. Ia asalnya dari Slovakia, tetapi karena mengikuti orang tuanya, ia bersekolah di Jerman. Ini kali pertama aku mempunyai sahabat yang benar-benar dekat denganku dan ia pun sangat bahagia mengenalku. "I really want to go to Indonesia!" katanya, saat berkomunikasi denganku lewat line. Kami menjadi sepasang sahabat yang berkomunikasi saja harus pake Bahasa Inggris dan perbedaan waktu Indonesia dengan Jerman yang terpaut cukup jauh, jadi aku harus menunggu tengah malam untuk berkomunikasi dengannya, atau sore hari. Itulah ceritaku dan Samira. Sepasang sahabat yang saling mendukung studinya di negara masing-masing dan mengharapkan keajaiban untuk bertemu satu sama lain di kemudian hari, ntah di belahan bumi mana kita akan bertemu.
Pada 2017 ini, Aku mengoreksi diriku dan mulai menyadari apa saja yang harus aku ubah mengenai aku dan blogku. Di blog ini aku mulai sadar bahwa tidak semuanya harus aku utarakan (walaupun namanya I tell you secret, namun kau gak harus tau rahasiaku kan). Aku juga telah memilah konten mana yang harus aku bagi dan mana yang tidak. Makanya jika kalian telusuri blog ini sampai ke post-post yang lama, akan kau dapati post-post yang sudah aku hapus. Bukan karena aku anggap tulisanku jelek, melainkan aku yang belum bisa menulis itu hanya sok jadi penceramah yang bisa nulis. Ku kira sekarang bukan seberapa sering aku ngepost di blog ini, tetapi seberapa sering aku menulis. Tujuanku sekarang hanya satu, berlatih menulis agar kelak aku bisa menjadi penulis handal layaknya Ayah Pidi Baiq dan Tere Liye. Kalian mungkin tahu kalau aku sangat ingin menjadi seniman, bahkan sampai mati aku selalu ingin jadi seniman. Tetapi lagi-lagi aku mencoba melihat dari berbagai sudut pandang. Kesimpulanku, tidak harus menjadi seniman untuk menjadi diriku sendiri, Seni itu letaknya didalam hati karena hakikat seni berkaitan dengan rasa. Aku pun bisa jadi seni, tanpa harus belajar di jurusan seni. Maka sekarang aku memilih jalan yang lain, menjadi Jurnalis salah satunya. Tak pernah ku bayangkan jika benar nanti aku akan menggeluti bidang itu, tetapi apapun yang akan aku pelajari nanti sebagai jurusan kuliahku, tak dapat menghapus diriku atau menghilangkan jati diriku sebagai seorang seniman. Aku diwarisi dengan jiwa seniman dan tak ada seorang pun yang bisa menghapusnya. Aku adalah diriku ini yang selalu ada untuk orang-orang yang membutuhkan aku.
Untuk sekarang dan selamanya, blog ini akan menjadi saksi hidup diriku yang mulai melangkahkan hidup ke arah yang lebih baik.
Kamis, 25 Mei 2017
Terima Kasih
Post ini khusus dibuat untuk semua orang yang pernah mem-bully saya lewat kata-kata kasar yang mungkin tak pernah kalian sampaikan langsung kepada saya...
Pertama-tama, saya mengucapkan terima kasih kepada orang-orang yang telah menilai saya hanya dari luarnya saja, tanpa pernah berusaha menguhubungi saya langsung untuk mengetahui saya yang sebenarnya seperti apa..
Terima kasih kepada kalian yang selalu membangkitkan semangat saya untuk selalu berubah dan untuk tidak pernah berhenti berdoa kepada Allah untuk penghidupan yang lebih baik. Saya bersyukur sekarang hidup saya sudah tenang, tak terpusat oleh kata-kata pahit yang tak pernah saya dengar lewat daun telinga saya sendiri, melainkan lewat daun telinga orang lain.
Terima kasih untuk kalian yang telah menyadarkan saya bahwa jika benar cinta, jangan takut merelakan. Ya, saya telah lakukan itu. Terima kasih kalian telah menyadarkan saya bahwa betapa Allah lebih sayang dengan membuat saya patah hati, saya bersyukur.
Terima kasih sudah mencaci-maki saya dengan tuduhan yang aneh-aneh, yang walau saya saja pun tak tahu kalian segitu bencinya sama saya, walau bukan seutuh nya salah saya, tapi tetap saja saya yang disalahkan.
Asal kalian tahu saja, cinta itu cuma ada dua rasa, manis dan pahit. Manis ketika diawal, pahit ketika diakhir. Namun jika seluruh cinta yang saya rasakan terlanjur pahit? itu namanya bukan cinta. Itu Baygon, hehehe, racun.
Untuk kalian semua yang nge-stalk saya dengan tujuan mau cari-cari kejelekan saya, ya, silakan saja, saya kan gapernah marah. Saya cuma mau bilang, apa kamu pernah jadi saya? dibahagiakan, dikecewakan, dibahagiakan, lalu ditinggalkan? apa pernah? kalo kalian tetep gangerti juga, ya udah, makasih.
Kalo bisa putar balik waktu, dan ditanya dengan pola pikir saya yang sekarang, mending saya pacaran atau jomblo sampe masuk kuliah, saya akan milih jomblo sampe masuk kuliah, kenapa? karena saya gak akan rela harga diri saya direndahkan oleh orang lain. Mungkin perempuan kodratnya memang gitu, dikejar habis itu ditinggalkan. Tapi saya gak mau itu terjadi lagi, saya gak akan kuat disakitin lagi. Kalian juga gak akan kuat kalo jadi saya. Untuk itu, mulai sekarang, tolonglah jangan nilai orang dari social media nya saja. Kalo belum tau sifat asli orang yang kalian stalk, kenalan lah.
Zaman udah maju, pola pikir kita sebagai manusia modern yang punya handphone canggih juga harus maju. Jangan mudah menilai orang berdasarkan satu pandangan saja. Lelah tahu? setiap ngecek siapa saja yang melihat insta story saya, lagi-lagi masih aja ada yang ngestalk saya. Mau lihat apa sih emangnya? lelah.
Terima kasih kalian yang telah membuat harga diri saya jatuh, namun berkat kebencian saya terhadap pandangan orang-orang yang sok tahu seperti kalian, saya bisa diam tanpa membalas kekesalan dalam diri saya. Saya belajar sabar, saya belajar untuk tidak marah, saya belajar untuk pura-pura tidak sadar, saya belajar untuk bahagia, saya belajar untuk tenang, saya belajar untuk memaafkan, dan saya belajar untuk nerima cinta yang baru.
Terima kasih untuk semua hujatan dan koreksi kalian yang bahkan tidak pernah sempat saya terima namun saya rasakan langsung dengan batin saya... terima kasih. Kalian supporter saya untuk berubah menjadi lebih baik, bahkan saat saya tidak mau. Saya yakin, kita semua bisa jadi manusia yang sama-sama sukses jika pola pikir kita bisa kita ubah. "Kebahagiaan terdapat pada dalam dirimu sendiri, bukan pada orang lain," seperti itu kira-kira yang bisa saya pikirkan selama ini.
Terima kasih kalian sudah mendukung saya untuk berubah dengan hujan hujatan tak langsung dari hati kalian, semoga kalian bisa hidup tenang dan Allah selalu merahmati hati dan perkataan kalian yang sungguh mulia itu. Kurang-kurangin ya saran saya untuk nge-gosipin orangnya, nanti pahala kalian menciut, hehehe.
Untuk kalian yang mencari motivasi, gunakanlah cacian dan makian orang-orang yang menganggap dirimu gak ada apa-apanya dibanding mereka, gunakanlah kekuatan itu untuk membantah perkataan mereka yang hanya omong kosong belaka. Kalian bisa, kalian lebih kuat dari orang yang menghujat kalian, pokoknya jangan pernah putus asa!
Percaya deh, Usaha dan doa bisa membantah kata-kata orang yang gak bertanggung jawab yang sudah melukai hatimu. Allah maha adil, Allah maha bijaksana, Allah maha mengetahui, jadi, jangan takut untuk menjadi luar biasa ya!
Gak ada kata menyerah! Jangan pernah membiarkan aura negatif seseorang menyeimuti pikiran dan badanmu, yakinlah kau pasti bisa menjadi lebih baik.
Semangat kalian! jangan lupa berdoa, dan jangan lupa bahagia!
Pertama-tama, saya mengucapkan terima kasih kepada orang-orang yang telah menilai saya hanya dari luarnya saja, tanpa pernah berusaha menguhubungi saya langsung untuk mengetahui saya yang sebenarnya seperti apa..
Terima kasih kepada kalian yang selalu membangkitkan semangat saya untuk selalu berubah dan untuk tidak pernah berhenti berdoa kepada Allah untuk penghidupan yang lebih baik. Saya bersyukur sekarang hidup saya sudah tenang, tak terpusat oleh kata-kata pahit yang tak pernah saya dengar lewat daun telinga saya sendiri, melainkan lewat daun telinga orang lain.
Terima kasih untuk kalian yang telah menyadarkan saya bahwa jika benar cinta, jangan takut merelakan. Ya, saya telah lakukan itu. Terima kasih kalian telah menyadarkan saya bahwa betapa Allah lebih sayang dengan membuat saya patah hati, saya bersyukur.
Terima kasih sudah mencaci-maki saya dengan tuduhan yang aneh-aneh, yang walau saya saja pun tak tahu kalian segitu bencinya sama saya, walau bukan seutuh nya salah saya, tapi tetap saja saya yang disalahkan.
Asal kalian tahu saja, cinta itu cuma ada dua rasa, manis dan pahit. Manis ketika diawal, pahit ketika diakhir. Namun jika seluruh cinta yang saya rasakan terlanjur pahit? itu namanya bukan cinta. Itu Baygon, hehehe, racun.
Untuk kalian semua yang nge-stalk saya dengan tujuan mau cari-cari kejelekan saya, ya, silakan saja, saya kan gapernah marah. Saya cuma mau bilang, apa kamu pernah jadi saya? dibahagiakan, dikecewakan, dibahagiakan, lalu ditinggalkan? apa pernah? kalo kalian tetep gangerti juga, ya udah, makasih.
Kalo bisa putar balik waktu, dan ditanya dengan pola pikir saya yang sekarang, mending saya pacaran atau jomblo sampe masuk kuliah, saya akan milih jomblo sampe masuk kuliah, kenapa? karena saya gak akan rela harga diri saya direndahkan oleh orang lain. Mungkin perempuan kodratnya memang gitu, dikejar habis itu ditinggalkan. Tapi saya gak mau itu terjadi lagi, saya gak akan kuat disakitin lagi. Kalian juga gak akan kuat kalo jadi saya. Untuk itu, mulai sekarang, tolonglah jangan nilai orang dari social media nya saja. Kalo belum tau sifat asli orang yang kalian stalk, kenalan lah.
Zaman udah maju, pola pikir kita sebagai manusia modern yang punya handphone canggih juga harus maju. Jangan mudah menilai orang berdasarkan satu pandangan saja. Lelah tahu? setiap ngecek siapa saja yang melihat insta story saya, lagi-lagi masih aja ada yang ngestalk saya. Mau lihat apa sih emangnya? lelah.
Terima kasih kalian yang telah membuat harga diri saya jatuh, namun berkat kebencian saya terhadap pandangan orang-orang yang sok tahu seperti kalian, saya bisa diam tanpa membalas kekesalan dalam diri saya. Saya belajar sabar, saya belajar untuk tidak marah, saya belajar untuk pura-pura tidak sadar, saya belajar untuk bahagia, saya belajar untuk tenang, saya belajar untuk memaafkan, dan saya belajar untuk nerima cinta yang baru.
Terima kasih untuk semua hujatan dan koreksi kalian yang bahkan tidak pernah sempat saya terima namun saya rasakan langsung dengan batin saya... terima kasih. Kalian supporter saya untuk berubah menjadi lebih baik, bahkan saat saya tidak mau. Saya yakin, kita semua bisa jadi manusia yang sama-sama sukses jika pola pikir kita bisa kita ubah. "Kebahagiaan terdapat pada dalam dirimu sendiri, bukan pada orang lain," seperti itu kira-kira yang bisa saya pikirkan selama ini.
Terima kasih kalian sudah mendukung saya untuk berubah dengan hujan hujatan tak langsung dari hati kalian, semoga kalian bisa hidup tenang dan Allah selalu merahmati hati dan perkataan kalian yang sungguh mulia itu. Kurang-kurangin ya saran saya untuk nge-gosipin orangnya, nanti pahala kalian menciut, hehehe.
Untuk kalian yang mencari motivasi, gunakanlah cacian dan makian orang-orang yang menganggap dirimu gak ada apa-apanya dibanding mereka, gunakanlah kekuatan itu untuk membantah perkataan mereka yang hanya omong kosong belaka. Kalian bisa, kalian lebih kuat dari orang yang menghujat kalian, pokoknya jangan pernah putus asa!
Percaya deh, Usaha dan doa bisa membantah kata-kata orang yang gak bertanggung jawab yang sudah melukai hatimu. Allah maha adil, Allah maha bijaksana, Allah maha mengetahui, jadi, jangan takut untuk menjadi luar biasa ya!
Gak ada kata menyerah! Jangan pernah membiarkan aura negatif seseorang menyeimuti pikiran dan badanmu, yakinlah kau pasti bisa menjadi lebih baik.
Semangat kalian! jangan lupa berdoa, dan jangan lupa bahagia!
Selasa, 23 Mei 2017
Senyuman manis di bulan Mei
Pagi ini aku terkesiap
Melihat cerahnya hari
Yang amat berbeda,
Tak seperti biasanya
Melihat cerahnya hari
Yang amat berbeda,
Tak seperti biasanya
Pun ku tak mengerti,
Mengapa wajahku merona,
Senyumku mengembang
Bak bunga bermekaran
Mengapa wajahku merona,
Senyumku mengembang
Bak bunga bermekaran
Sedetik berlalu,
aku pun menyadari,
Malam ini kau hadir
Di mimpiku mengecup hatiku
aku pun menyadari,
Malam ini kau hadir
Di mimpiku mengecup hatiku
Kau,
Selama ini,
setelah sekian lama,
Mengapa hanya ada di mimpiku?
Selama ini,
setelah sekian lama,
Mengapa hanya ada di mimpiku?
Senyum indahmu
Tawa candamu
Menghiasi hatiku
Yang kelam ini
Tawa candamu
Menghiasi hatiku
Yang kelam ini
Duhai Mei, bulan yang indah,
Akankah kau mempertemukan kami kembali?
Akankah kau mempertemukan kami kembali?
Langganan:
Komentar (Atom)